Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

AS Ajukan Jaminan Keamanan 15 Tahun dalam Upaya Perdamaian Ukraina

×

AS Ajukan Jaminan Keamanan 15 Tahun dalam Upaya Perdamaian Ukraina

Sebarkan artikel ini
Presiden AS Donald Trump menjamu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di resornya di Florida, terkait kesepatan perdamaian / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa Amerika Serikat(AS) menawarkan jaminan keamanan selama 15 tahun kepada Ukraina sebagai bagian dari proposal perdamaian. Pada Senin (29/12/2025)

Meski demikian, Zelenskyy menegaskan dirinya berharap komitmen yang lebih panjang, bahkan hingga 50 tahun, guna mencegah Rusia kembali merebut wilayah Ukraina dengan kekerasan.

Mengutip dari AP News, pernyataan itu disampaikan Zelenskyy sehari setelah ia bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di resor Trump di Florida. Trump menilai Ukraina dan Rusia kini berada pada posisi “lebih dekat dari sebelumnya” untuk mencapai penyelesaian konflik.

Namun, Trump juga mengingatkan bahwa proses negosiasi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dan dipimpin oleh Amerika Serikat masih berpotensi gagal, mengingat sejumlah isu krusial belum menemukan titik temu.

Di antaranya adalah penentuan wilayah penarikan pasukan serta status Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia yang saat ini dikuasai Rusia.

“Tanpa jaminan keamanan, secara realistis, perang ini tidak akan berakhir,” ujar Zelenskyy kepada wartawan melalui pesan suara sebagai jawaban atas pertanyaan yang dikirim lewat WhatsApp.

Ukraina telah menghadapi konflik dengan Rusia sejak 2014, ketika Moskow mencaplok Krimea dan kelompok separatis yang didukung Rusia mengangkat senjata di wilayah Donbas, kawasan industri strategis di Ukraina timur.

Zelenskyy menjelaskan bahwa jaminan keamanan yang ditawarkan mencakup mekanisme pemantauan kesepakatan perdamaian serta bentuk kehadiran mitra internasional, meski ia tidak merinci lebih jauh. Rusia sebelumnya menegaskan menolak keberadaan pasukan dari negara-negara NATO di wilayah Ukraina.
Sementara itu, Trump juga melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut percakapan telepon tersebut sebagai “pembicaraan positif”. Trump sendiri menggambarkannya sebagai “pembicaraan yang sangat baik”, meski mengakui masih banyak persoalan pelik yang harus diselesaikan.

“Jika kita bisa menyelesaikan masalah-masalah itu, Anda akan mendapatkan kedamaian,” kata Trump kepada wartawan.

Penasihat kebijakan luar negeri Putin, Yuri Ushakov, menyatakan bahwa Trump mendorong Ukraina untuk mencapai kesepakatan perdamaian menyeluruh, bukan sekadar gencatan senjata sementara. Putin, kata Ushakov, bersikeras penyelesaian penuh harus dicapai sebelum gencatan senjata apa pun diberlakukan.

Dalam percakapan telepon yang sama, Putin mengklaim Ukraina berusaha menyerang kediamannya di wilayah barat laut Rusia menggunakan drone jarak jauh, tak lama setelah Trump berbicara dengan Zelenskyy.

Ushakov memperingatkan bahwa serangan tersebut “tidak akan dibiarkan tanpa tanggapan serius”, seraya menambahkan bahwa Moskow akan meninjau ulang posisinya dalam negosiasi.

Zelenskyy membantah klaim Rusia tersebut dan menyebutnya sebagai upaya manipulasi proses perdamaian. Ia menilai tuduhan itu sebagai “kebohongan lain” yang muncul karena Rusia merasa gelisah terhadap kemajuan diplomatik.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengklaim Ukraina meluncurkan 91 drone jarak jauh ke wilayah Novgorod dalam serangan yang terjadi antara Minggu malam hingga Senin(29/12) pagi.

Trump menanggapi klaim tersebut dengan mengatakan bahwa ia tidak menyukai insiden itu, sekaligus membenarkan bahwa Putin menyampaikan informasi tersebut kepadanya.

Di tengah proses diplomasi, Putin pada Senin juga menyatakan bahwa pasukan Rusia terus bergerak maju di wilayah Donetsk dan meningkatkan serangan di Zaporizhzhia.

Ia menegaskan perlunya pembentukan zona penyangga militer di sepanjang perbatasan Rusia demi menjamin keamanan nasional.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan bahwa para sekutu Ukraina akan bertemu di Paris awal Januari untuk memfinalisasi kontribusi masing-masing negara dalam skema jaminan keamanan.

Zelenskyy mengatakan Trump membuka kemungkinan untuk memperpanjang jaminan keamanan AS melampaui 15 tahun. Menurutnya, skema tersebut memerlukan persetujuan Kongres AS serta parlemen negara-negara lain yang terlibat dalam pengawasan perdamaian.

Ia juga menyebut bahwa rencana perdamaian 20 poin yang sedang dibahas ingin diajukan kepada rakyat Ukraina melalui referendum nasional. Namun, pelaksanaan referendum membutuhkan gencatan senjata minimal 60 hari, sementara Rusia belum menunjukkan kesiapan untuk itu tanpa kesepakatan menyeluruh.

Image Slide 1