Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Ketegangan Memuncak: Gustavo Petro Ancam Angkat Senjata Jika AS Invasi Kolombia

×

Ketegangan Memuncak: Gustavo Petro Ancam Angkat Senjata Jika AS Invasi Kolombia

Sebarkan artikel ini
Presiden Kolombia Gustavo Petro. Foto: Instagram

Solusiindonesia.com — Hubungan diplomatik antara Kolombia dan Amerika Serikat berada di titik nadir. Presiden Kolombia, Gustavo Petro, melontarkan peringatan keras kepada Presiden AS, Donald Trump, menyusul meningkatnya retorika konfrontatif dan sanksi ekonomi yang dijatuhkan Washington terhadap pemerintahannya.

Petro, yang merupakan mantan gerilyawan sayap kiri, menegaskan kesiapannya untuk kembali memanggul senjata demi mempertahankan kedaulatan tanah airnya jika Amerika Serikat nekat melakukan intervensi militer.

Balasan Menohok atas Tuduhan Narkoba
Ketegangan ini dipicu oleh pernyataan Donald Trump yang menyebut Petro terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba. Melalui unggahan di platform X, Petro membantah keras tuduhan tersebut dan meminta Trump untuk berhenti menyebarkan fitnah tanpa bukti.

“Saya bukan anak haram dan saya bukan pengedar narkoba. Trump berbicara tanpa pengetahuan. Berhenti memfitnah saya,” tulis Petro tegas.

Ancaman ‘Jaguar Rakyat’ dan Kebangkitan Gerilya
Petro memperingatkan bahwa agresi militer AS hanya akan memicu perlawanan semesta dari rakyat Kolombia. Ia memprediksi bahwa pemboman atau invasi akan mengubah para petani menjadi ribuan gerilyawan baru di pegunungan.

Ia juga menyinggung loyalitas pendukungnya dengan istilah “Jaguar Rakyat”. Jika pemimpin yang mereka cintai ditahan atau diganggu, Petro meyakini rakyat akan bangkit melakukan perlawanan yang masif.

“Saya bersumpah untuk tidak menyentuh senjata lagi… tetapi untuk tanah air, saya akan mengangkat senjata lagi,” tegasnya, merujuk pada masa lalunya sebagai anggota kelompok gerilya M-19 yang telah melakukan demobilisasi pada tahun 1990.

Eskalasi Sanksi dan Keamanan Nasional
Kondisi di lapangan semakin memanas menyusul beberapa langkah taktis dari kedua belah pihak:

  • Penebalan Keamanan: Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sánchez, mengonfirmasi bahwa pengawalan terhadap Presiden Petro telah diperkuat secara signifikan.
  • Sanksi AS: Washington telah mencabut visa Petro sejak September lalu setelah ia menyerukan tentara AS untuk mengabaikan perintah ilegal. Tak hanya itu, sanksi finansial juga dijatuhkan kepada Petro, keluarganya, hingga lingkaran terdekatnya.
  • Aktivitas Militer: Militer AS terpantau meningkatkan kehadiran di Karibia dan Pasifik Timur, melakukan pengeboman terhadap kapal-kapal yang dicurigai membawa narkoba sebagai bagian dari tekanan terhadap rezim Maduro di Venezuela dan jaringan kartel di wilayah tersebut.

Profil Gustavo Petro: Dari Gerilya ke Istana
Perjalanan politik Petro adalah salah satu yang paling unik di Amerika Latin. Meski masa mudanya dihabiskan di kelompok M-19, ia bertransformasi menjadi politisi demokratis yang ikut menyusun Konstitusi Kolombia 1991.

Sebelum menjadi presiden, ia membuktikan kapasitasnya sebagai anggota parlemen dan Wali Kota Bogota.
Kini, di tengah tekanan hebat dari negara adidaya, komitmen pasifis Petro sedang diuji oleh ancaman konflik terbuka yang bisa mengubah peta geopolitik Amerika Latin.

Image Slide 1