Solusiindonesia.com — Kondisi politik di Venezuela semakin memanas setelah klaim mengejutkan dari Donald Trump. Melalui platform media sosial Truth Social, Presiden Amerika Serikat tersebut mengunggah tangkapan layar menyerupai biografi Wikipedia yang mencantumkan namanya sebagai Presiden Sementara Venezuela terhitung sejak Januari 2026.
Langkah provokatif ini muncul tak lama setelah otoritas Amerika Serikat melakukan tindakan ekstrem dengan mengamankan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya, Cilia Flores. Keduanya dituding terlibat dalam jaringan narkotika internasional, sebuah tuduhan yang memicu ketegangan diplomatik tingkat tinggi di kawasan Amerika Latin.
Respon Tegas Delcy Rodriguez Terhadap Klaim Sepihak
Pemerintah Venezuela bereaksi keras terhadap narasi yang dibangun oleh pihak Gedung Putih. Delcy Rodriguez, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Sementara Venezuela secara de facto di dalam negeri, menegaskan bahwa kepemimpinan negara tetap berada di tangan rakyat Venezuela dan mandat Nicolas Maduro.
Dalam sebuah acara komunitas di Negara Bagian Miranda, Rodriguez menyatakan bahwa tidak ada ruang untuk ketidakpastian politik. Ia menekankan bahwa struktur pemerintahan tetap berjalan solid di bawah kendali penuh kabinet yang ada, meskipun pemimpin mereka saat ini sedang ditahan oleh pihak asing.
Komitmen Pemulangan Nicolas Maduro
Selain menampik klaim kepemimpinan Trump, Rodriguez juga menyampaikan janji politik untuk memulangkan Maduro dan Cilia Flores ke tanah air. Sejak penangkapan yang terjadi pada awal Januari tersebut, faksi pendukung Maduro terus menggalang kekuatan untuk menuntut pembebasan sang pemimpin.
Rodriguez menegaskan komitmennya untuk bekerja tanpa henti guna mengakhiri apa yang disebutnya sebagai tindakan penculikan oleh Amerika Serikat. Baginya, kedaulatan Venezuela tidak bisa diintervensi oleh klaim media sosial maupun tindakan sepihak dari negara lain.








