Solusiindonesia.com –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi memperkenalkan Dewan Perdamaian (Peace Council), sebuah inisiatif ambisius yang diklaim sebagai solusi kunci untuk mengakhiri berbagai konflik global. Meski memicu reaksi beragam dari sekutu Barat, sejumlah kekuatan besar di Timur Tengah dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, telah menyatakan komitmennya untuk bergabung.
Inisiatif ini pertama kali mencuat pada September 2025 sebagai bagian dari rencana Trump untuk menghentikan perang di Gaza. Namun, dalam perkembangannya, ruang lingkup dewan ini diperluas untuk menangani krisis keamanan di seluruh dunia.
Berdasarkan draf piagamnya, Dewan Perdamaian memiliki misi utama untuk:
- Mempromosikan stabilitas internasional.
- Memulihkan pemerintahan yang sah dan kredibel di wilayah konflik.
- Menjamin perdamaian abadi di area yang terdampak perang.
Donald Trump sendiri akan menjabat sebagai ketua pertama dewan ini, mempertegas dominasi AS dalam arah kebijakan lembaga tersebut.
Satu poin yang menjadi sorotan dalam draf piagam tersebut adalah aturan mengenai masa jabatan dan pendanaan. Anggota biasa hanya dibatasi masa jabatan selama tiga tahun.
Namun, ada klausul khusus bagi negara yang menginginkan keanggotaan permanen: mereka diwajibkan menyumbang dana sebesar US$ 1 miliar (sekitar Rp 16,9 triliun). Dana ini nantinya akan digunakan untuk membiayai operasional dan kegiatan diplomasi dewan di zona konflik.
Gedung Putih telah merilis tujuh nama tokoh kunci yang akan memandu jalannya organisasi ini. Menariknya, daftar ini menggabungkan diplomat senior, pebisnis, hingga tokoh keuangan global:
- Marco Rubio (Menteri Luar Negeri AS)
- Steve Witkoff (Utusan Khusus Timur Tengah)
- Jared Kushner (Menantu Trump/Mantan Penasihat Senior)
- Tony Blair (Mantan Perdana Menteri Inggris)
- Marc Rowan (CEO Apollo Global Management)
- Ajay Banga (Kepala World Bank Group)
- Robert Gabriel (Wakil Penasihat Keamanan Gedung Putih)
Hingga saat ini, sekitar 35 pemimpin dunia menyatakan kesediaannya untuk bergabung dari total 50 undangan yang disebar oleh Washington. Berikut adalah peta kekuatan sementara Dewan Perdamaian:
- Timur Tengah: Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Qatar, dan Mesir.
- Eropa & NATO: Turki dan Hungaria (sementara sekutu NATO lainnya masih bersikap hati-hati).
- Asia & Lainnya: Indonesia, Vietnam, Pakistan, Maroko, Kazakhstan, Uzbekistan, serta negara Amerika Latin seperti Argentina dan Paraguay.
Meskipun mendapat dukungan signifikan dari negara-negara mayoritas Muslim dan mitra strategis di Asia, beberapa sekutu tradisional AS di Eropa dilaporkan masih menimbang-nimbang langkah mereka sebelum berkomitmen penuh pada inisiatif ini.








