Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

PM Meloni Tautkan Perdamaian Ukraina dengan Peluang Nobel untuk Trump

×

PM Meloni Tautkan Perdamaian Ukraina dengan Peluang Nobel untuk Trump

Sebarkan artikel ini
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni / foto: instagram (@giorgiameloni)

Solusiindonesia.com — Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan harapannya agar Presiden Amerika Serikat Donald Trump mampu mengakhiri konflik Ukraina. Meloni bahkan menyebut, jika Trump berhasil mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan, ia tidak akan ragu mencalonkannya sebagai penerima Nobel Perdamaian.

Pernyataan itu disampaikan Meloni dalam konferensi pers usai pertemuannya dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz. Dikutip dari Straits Times, Sabtu (24/1/2026).

Meloni menegaskan hubungannya dengan Trump terjalin cukup baik, terlebih Trump selama ini secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya karena belum pernah meraih Nobel Perdamaian.

“Saya berharap suatu hari nanti kita bisa menganugerahkan Hadiah Nobel Perdamaian kepada Donald Trump,” ujar Meloni. Ia menambahkan,

pencalonan tersebut dapat dilakukan apabila Trump benar-benar membawa dampak nyata dalam menciptakan perdamaian yang adil dan abadi bagi Ukraina.

Sebelumnya, dalam pesan kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store yang dipublikasikan pada Senin (19/1/2026), Trump menyatakan kegagalannya memperoleh Nobel membuatnya tidak lagi merasa berkewajiban untuk semata-mata memikirkan perdamaian.

Tak lama berselang, pada Kamis (22/1), Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian yang awalnya difokuskan untuk mengawasi gencatan senjata di Gaza serta upaya pemulihan wilayah tersebut. Namun, peran dewan itu kemudian berkembang menjadi mekanisme penyelesaian berbagai konflik internasional.

Italia diketahui telah menerima undangan untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Meski demikian, Meloni mengungkapkan adanya kendala konstitusional. Menurut aturan di Italia, negara tersebut tidak diperkenankan bergabung dalam organisasi yang dipimpin oleh satu pemimpin asing.

Dalam struktur Dewan Perdamaian Gaza, Trump menjabat sebagai ketua sekaligus perwakilan Amerika Serikat dan kepala dewan eksekutif.
Meloni mengatakan dirinya telah meminta Trump untuk meninjau ulang kerangka kerja dewan tersebut agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan Italia dan negara-negara Eropa lainnya.

Ia menilai keterlibatan negara-negara Eropa penting untuk meningkatkan efektivitas dewan dalam mendorong perdamaian global. “Kita harus berusaha melakukan pekerjaan ini. Kehadiran negara-negara seperti kita dapat membuat perbedaan,” ujarnya.

Di sisi lain, upaya diplomatik terkait konflik Ukraina terus bergulir. Para negosiator dari Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat menggelar pertemuan di Abu Dhabi pada Jumat (23/1/2026).

Pertemuan tersebut menjadi negosiasi langsung pertama antara Kyiv dan Moskwa yang difasilitasi Washington sejak perang berlangsung hampir empat tahun. Inisiatif ini didorong langsung oleh Trump, meski rencana awal AS menuai kritik dari Ukraina dan Eropa Barat karena dinilai terlalu sejalan dengan kepentingan Rusia.

Proposal lanjutan dari Washington juga mendapat penolakan dari Moskwa, terutama karena mencantumkan gagasan penempatan pasukan penjaga perdamaian Eropa.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa persoalan wilayah masih menjadi isu utama dalam perundingan, sementara Rusia tetap menuntut Ukraina menarik pasukannya dari wilayah Donbas di bagian timur.

Image Slide 1