Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

AS Kirim Jet Siluman F-35 ke Timur Tengah, Beri Sinyal Tekanan Militer Terhadap Iran

×

AS Kirim Jet Siluman F-35 ke Timur Tengah, Beri Sinyal Tekanan Militer Terhadap Iran

Sebarkan artikel ini
Jet F-35. Foto: Instagram

Solusiindonesia.com — Eskalasi ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru. Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan enam unit jet tempur siluman F-35A Lightning II ke Timur Tengah melalui pangkalan udara RAF Lakenheath, Inggris. Langkah ini memperkuat kehadiran militer Washington di dekat kawasan konflik sebagai bentuk gertakan terhadap Teheran.

Berdasarkan laporan Air & Space Forces Magazine, Senin (9/2/2026), armada jet generasi kelima ini mendarat bersama pesawat pengisi bahan bakar Boeing KC-135 Stratotanker. Kehadiran pesawat tanker ini mengindikasikan kesiapan operasi jarak jauh yang bisa menjangkau wilayah Iran sewaktu-waktu.

Langkah militer ini sejalan dengan retorika keras Presiden Donald Trump. Sebelumnya, Trump mengonfirmasi bahwa sebuah “armada besar” tengah bergerak menuju Iran sebagai upaya preventif. Meski demikian, Trump tetap membuka pintu diplomasi, asalkan Teheran bersedia menandatangani perjanjian nuklir yang dianggapnya “adil dan merata.”

“Jika kesepakatan tidak tercapai, serangan AS di masa depan akan jauh lebih buruk dibandingkan yang pernah dialami Iran sebelumnya,” tegas Trump dalam pernyataan resminya.

Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan kepastian apakah opsi intervensi militer telah dihapus dari meja perundingan. Trump hanya menekankan bahwa pengerahan kapal Angkatan Laut dan jet tempur dilakukan sebagai langkah berjaga-jaga.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mempertegas posisi pemerintah. Menurutnya, Washington lebih menyukai solusi melalui jalur negosiasi, namun ia mengingatkan Iran untuk tidak meremehkan kapabilitas tempur AS yang “tidak dapat ditawar.”

Hegseth merujuk pada efektivitas serangan AS dalam konflik singkat 12 hari pada Juni tahun lalu. Ia mengeklaim bahwa keunggulan teknologi AS memungkinkan serangan presisi yang bahkan sulit dideteksi oleh pertahanan lawan.

“Dunia telah melihat kemampuan Amerika. Perdamaian melalui kekuatan adalah tindakan nyata. Kami bisa masuk dan keluar dari Iran bahkan sebelum mereka menyadarinya,” ujar Hegseth.