Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Heboh Video Rasis di Akun Trump, Barack Obama: Kesopanan Pejabat Telah Hilang

×

Heboh Video Rasis di Akun Trump, Barack Obama: Kesopanan Pejabat Telah Hilang

Sebarkan artikel ini
Mantan Presiden Amerika Barack Obama. Foto: Instagram

Solusiindonesia.com — Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, akhirnya angkat bicara mengenai unggahan kontroversial di media sosial Donald Trump yang bernada rasis. Dalam sebuah wawancara terbaru, Obama menyoroti kemerosotan etika politik dan hilangnya rasa malu di kalangan pejabat publik saat ini.

Ketegangan ini bermula ketika akun Truth Social milik Donald Trump membagikan video yang memuat klaim kecurangan Pemilu 2020. Namun, bagian akhir video tersebut memicu gelombang kecaman karena menampilkan karikatur yang menyamakan Barack dan Michelle Obama dengan kera, diiringi lagu “The Lion Sleeps Tonight.”

Penghinaan visual tersebut tidak hanya memancing kemarahan kubu Demokrat, tetapi juga tokoh senior Republik. Senator Tim Scott, satu-satunya senator kulit hitam dari Partai Republik, menyebut unggahan tersebut sebagai “hal paling rasis” yang pernah keluar dari lingkungan Gedung Putih.

Meskipun sempat membela unggahan tersebut sebagai bentuk “kemarahan palsu” dari lawan politik, pihak Gedung Putih akhirnya menghapus video itu dan menyalahkan salah satu anggota staf atas insiden tersebut.

Dalam podcast bersama Brian Tyler Cohen yang dirilis Sabtu (14/2/2026), Obama memberikan respons mendalam terkait situasi politik AS yang kian memanas. Tanpa menyerang secara personal, Obama menekankan bahwa standar perilaku pemimpin negara telah bergeser ke arah yang mengkhawatirkan.

“Rasa malu dan kesopanan yang dulu menjadi standar pejabat publik tampaknya telah hilang,” ujar Obama dalam podcast berdurasi 47 menit tersebut.

Obama menanggapi pertanyaan Cohen mengenai wacana politik Amerika yang dianggap telah mencapai tingkat kekejaman yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk penggunaan kiasan rasis kuno yang membandingkan warga kulit hitam dengan primata.

Di sisi lain, Donald Trump bersikap defensif saat dikonfirmasi oleh awak media. Ia berdalih tidak melihat bagian sensitif dalam video yang melibatkan keluarga Obama tersebut.

“Saya tidak membuat kesalahan,” tegas Trump saat ditanya apakah dirinya akan menyampaikan permohonan maaf kepada publik atau keluarga Obama.

Kontroversi ini menambah daftar panjang ketegangan antara dua tokoh besar AS tersebut, sekaligus memicu diskusi luas mengenai batasan etika dalam penggunaan media sosial oleh pemimpin politik.