Solusiindonesia.com — Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, melontarkan kritik tajam terhadap tekanan politik masif yang dilakukan Israel untuk membubarkan badan PBB tersebut. Hal ini disampaikan Lazzarini di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Dalam konferensi pers di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, Jerman, Jumat (13/2) malam, Lazzarini menegaskan bahwa upaya sistematis untuk melumpuhkan UNRWA sedang berlangsung. Ia menyoroti penghancuran kantor pusat badan tersebut di Yerusalem Timur sebagai bukti nyata dari eskalasi tekanan tersebut.
Lazzarini menggambarkan kondisi di Gaza saat ini sebagai situasi yang sangat tragis. Menurutnya, penduduk sipil kini berada dalam mode bertahan hidup murni karena akses terhadap kebutuhan dasar yang hampir terputus total akibat operasi militer Israel.
Menurut Lazzarini, Anak-anak di Gaza kehilangan akses sekolah selama lebih dari dua tahun.
UNRWA berjuang keras untuk tetap menyediakan layanan kesehatan dan pendidikan dasar di tengah gempuran konflik. Lazzarini menuding Israel secara konsisten melanggar hukum internasional dalam upayanya menekan lembaga PBB tersebut.
Selain Gaza, Lazzarini juga memperingatkan dunia internasional mengenai situasi di Tepi Barat. Ia mencatat adanya peningkatan kekerasan oleh pemukim Israel dan penyitaan lahan secara ilegal yang semakin masif.
Menurutnya, jika tindakan ini tidak segera dihentikan, peluang untuk mencapai Solusi Dua Negara (Two-State Solution) di masa depan akan hancur sepenuhnya.
“Kita harus memberikan perhatian serius pada Tepi Barat sebelum semuanya terlambat,” tegas Lazzarini.






