Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Iran Klaim Ratusan Tentara AS Jadi Korban Serangan Rudal di Dubai

×

Iran Klaim Ratusan Tentara AS Jadi Korban Serangan Rudal di Dubai

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Bendera Iran. Foto: Freefik

Solusiindonesia.com — Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih baru. Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran melaporkan bahwa lebih dari 500 personel militer Amerika Serikat (AS) menjadi korban dalam serangan balasan presisi yang diluncurkan oleh pasukan Iran di wilayah Dubai.

Serangan ini disebut sebagai respons langsung atas rangkaian serangan udara besar-besaran yang sebelumnya dilancarkan oleh koalisi AS dan Israel terhadap kedaulatan Iran.

Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbia, Ebrahim Zolfaghari, mengungkapkan bahwa intelijen Iran berhasil mengidentifikasi dua lokasi persembunyian tentara AS di Dubai setelah mereka meninggalkan pangkalan utama.

  • Lokasi Pertama: Dihuni sekitar 400 personel.
  • Lokasi Kedua: Dihuni lebih dari 100 personel.

Menurut laporan Tasnim News, kedua titik tersebut dihantam menggunakan kombinasi rudal presisi dan drone milik Angkatan Udara serta Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).

Zolfaghari mengklaim adanya kerugian jiwa yang sangat besar di pihak Amerika, dengan aktivitas ambulans yang intensif mengevakuasi korban selama berjam-jam.

Konflik terbuka ini dipicu oleh peristiwa dramatis pada 28 Februari, di mana serangan militer skala besar menghantam Iran dan menyebabkan gugurnya Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan senior dan warga sipil.

Sejak saat itu, wilayah Timur Tengah berubah menjadi medan pertempuran simetris. Iran menegaskan bahwa operasi mereka tidak akan berhenti hingga pasukan asing meninggalkan kawasan tersebut.

“Kawasan ini akan berubah menjadi kuburan bagi prajurit Amerika. Mereka tidak punya pilihan selain menyerah,” tegas Zolfaghari dalam pernyataan resminya.

Selain pangkalan militer, laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa infrastruktur ikonik dan sektor pariwisata di Dubai turut terdampak. Beberapa laporan tambahan menunjukkan:

  • Gangguan di Kota Besar: Ledakan dilaporkan terdengar hingga Doha dan Manama.
  • Kerusakan Infrastruktur: Kerusakan dilaporkan terjadi pada bangunan-bangunan penting akibat gelombang serangan drone.
  • Krisis Keamanan: Tamu-tamu hotel internasional di Dubai dikabarkan harus mengungsi ke area aman demi menghindari serpihan rudal.

Situasi ini menandai babak baru dalam geopolitik global, di mana stabilitas energi dan jalur perdagangan di Selat Hormuz kini berada dalam risiko tertinggi. Reaksi pasar global dan langkah diplomatik dari PBB saat ini tengah dinantikan untuk mencegah perang yang lebih luas.