Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Peristiwa

Hadiri Halalbihalal di Mojokerto, Kereta Kelinci Terguling Akibat Tak Kuat Menanjak, 1 Tewas

×

Hadiri Halalbihalal di Mojokerto, Kereta Kelinci Terguling Akibat Tak Kuat Menanjak, 1 Tewas

Sebarkan artikel ini
Hadiri Halalbihalal di Mojokerto, Kereta Kelinci Terguling Akibat Tak Kuat Menanjak, 1 Tewas. Foto: Tangkapan layar Tiktox

Solusiindonesia.com — Peristiwa memilukan mewarnai momen silaturahmi di Kabupaten Mojokerto. Sebuah bus modifikasi yang populer disebut kereta kelinci atau “Bus Tayo” mengalami kecelakaan tunggal hingga terguling di tanjakan Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, pada Sabtu (28/3/2026) pagi.

Insiden maut ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Kendaraan bernomor polisi S 8185 PA tersebut tengah membawa rombongan buruh pabrik tatakan telur yang hendak menghadiri acara halalbihalal di rumah salah satu rekan kerja mereka.

Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Beni Hermawan, bus tersebut kehilangan tenaga saat melintasi jalur menanjak.

Kendaraan diduga kelebihan muatan sehingga tidak kuat menanjak. Setelah gagal menanjak, bus meluncur mundur tanpa kendali, tergelincir, lalu menghantam tiang listrik sebelum akhirnya terguling.

Bus modifikasi tersebut mengangkut total 21 penumpang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Seorang wanita bernama Sulimah (47), warga Desa Mlaten, Puri. Korban dilaporkan terlempar keluar dari kendaraan dan mengalami luka fatal di bagian kepala. Sementara 20 penumpang lainnya, termasuk sopir bernama Sariono (53), mengalami luka-luka.

Saat ini seluruh korban segera dievakuasi ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, yakni: RSUD Prof dr Soekandar, RS Sumberglagah dan Puskesmas Gondang

Pihak kepolisian menyoroti bahwa penggunaan kereta kelinci di jalan raya sebenarnya tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (spektek) keselamatan kendaraan bermotor. Selain modifikasi yang tidak standar, kelebihan beban muatan menjadi faktor krusial yang memicu terjadinya kecelakaan di medan tanjakan tersebut.

Kini, kasus kecelakaan tunggal ini tengah ditangani oleh Satlantas Polres Mojokerto untuk penyelidikan lebih lanjut terkait kelayakan kendaraan dan unsur kelalaian pengemudi.

Pihak berwajib terus mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan modifikasi terbuka seperti kereta kelinci untuk transportasi di jalan raya, terutama di jalur dengan medan yang ekstrem.