Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Tragedi Gaza: Peluru, Kelaparan, dan Jeritan Pencari Bantuan

×

Tragedi Gaza: Peluru, Kelaparan, dan Jeritan Pencari Bantuan

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Gaza Palestina mengalami kelaparan / foto: tangkapan layar x

Solusiindonesia.com — Pasukan Israel dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 73 warga Palestina di Jalur Gaza dalam kurun waktu 24 jam terakhir, menurut keterangan petugas medis.

Mengutip dari Al Jazeera, selain itu, dua orang lainnya, termasuk seorang anak berusia enam tahun, meninggal dunia akibat kelaparan yang dipicu blokade Israel di wilayah pesisir tersebut. Korban tewas mencakup 19 pencari bantuan. Pada Selasa (12/08/2025)

Menanggapi situasi tersebut, Uni Eropa bersama 26 negara, termasuk Kanada, Prancis, dan Inggris, mengutuk “tingkat penderitaan yang tak terbayangkan” di Gaza, serta mendesak adanya langkah segera untuk menghentikan dan membalikkan bencana kelaparan yang tengah berlangsung di wilayah konflik tersebut.

Serangan terhadap para pencari bantuan terjadi di dekat perlintasan Zikim, Gaza utara. Para penyintas menggambarkan suasana mencekam di lokasi.

“Ada tembakan di mana-mana; kami tidak tahu apa yang terjadi. Orang-orang sekarat di depan kami, peluru beterbangan di antara kaki kami, dan kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar seorang pria bernama Sayyid.

“Kami ke sini mau makan, tapi kami hampir tidak sanggup. Kami kelelahan, kami sekarat… sepotong roti kini bisa merenggut nyawamu,” lanjutnya.

Korban selamat lainnya, Mohammed Abu Nahl, menceritakan dirinya merangkak di tanah “dengan peluru beterbangan di sekelilingnya” sementara orang-orang yang terluka maupun tewas tergeletak di sekitar.

“Mayat-mayat itu tergeletak di bawah kami, dan kami sedang menarik mereka keluar,” ucapnya.

“Saya datang ke sini hanya untuk memberi makan anak-anak saya. Saya tidak punya uang untuk membeli makanan.

Jika saya punya makanan dan air, saya tidak akan datang ke sini. Apa yang harus saya lakukan? Mencuri? Menjarah?

“Kami menyerukan semua negara untuk mendukung kami, menghentikan perang, dan mengakhiri penderitaan kami,” tambahnya.

Pembunuhan di Zikim ini menambah jumlah korban tewas di kalangan pencari bantuan menjadi lebih dari 1.838 jiwa sejak akhir Mei, saat GHF yang dikenal mendapat dukungan Amerika Serikat memulai operasi di Jalur Gaza.(*)