Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Kebakaran Besar Melanda Kompleks Apartemen Hong Kong, Korban Tembus Puluhan

×

Kebakaran Besar Melanda Kompleks Apartemen Hong Kong, Korban Tembus Puluhan

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Apartement Hongkong / foto: x

Solusilndonesia.com — Kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir berlangsung sepanjang malam, menewaskan sedikitnya 44 orang dan menyebabkan 279 warga dilaporkan hilang.

Tim penyelamat masih mengevakuasi penghuni dari kompleks apartemen tinggi yang terbakar, sementara api belum sepenuhnya padam. Hingga Kamis(27/11/2025) pagi

Mengutip dari AP News, polisi telah menangkap tiga pria atas dugaan pembunuhan terkait kebakaran yang bermula pada Rabu(26/11) sore di kompleks perumahan di Distrik Tai Po, wilayah pinggiran di Wilayah Baru,

Upaya penyelamatan terus dilakukan hingga Kamis pagi waktu setempat, dengan otoritas masih berjuang menanggulangi kobaran api.

Ratusan warga dievakuasi ketika api menjalar ke tujuh dari delapan menara di kompleks Wang Fuk Court, sementara asap tebal terlihat mengepul dari jendela-jendela bangunan.

Pejabat setempat menyebutkan bahwa 40 dari 44 korban tewas dinyatakan meninggal di lokasi kejadian. Setidaknya 62 orang lainnya mengalami luka bakar maupun gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Pihak berwenang menduga material pada dinding luar bangunan tidak memenuhi standar ketahanan api, sehingga menyebabkan penyebaran api yang tidak biasa cepatnya. Polisi juga menemukan bahan Styrofoam yang sangat mudah terbakar di luar jendela dekat lobi lift pada salah satu menara yang tidak terdampak, diduga dipasang oleh perusahaan konstruksi.

“Kami punya alasan untuk meyakini bahwa mereka yang bertanggung jawab atas perusahaan konstruksi itu sangat lalai,” ujar inspektur senior kepolisian, Eileen Chung.

Ketiga pria yang ditangkap, berusia 52 hingga 68 tahun, diketahui merupakan direktur dan konsultan teknik perusahaan tersebut.

Menurut Departemen Pemadam Kebakaran, kebakaran di empat gedung “berhasil dikendalikan” pada Kamis pagi. Api diduga bermula dari perancah eksternal sebuah menara 32 lantai sebelum merambat ke dalam dan kemudian menyebar ke gedung-gedung di sekitarnya, diperparah oleh kondisi angin kencang.

Presiden China Xi Jinping menyampaikan belasungkawa atas gugurnya petugas pemadam kebakaran serta menyatakan simpati kepada keluarga korban melalui siaran CCTV. Ia mendesak agar upaya meminimalkan korban dan kerugian menjadi prioritas.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee mengatakan pemerintah akan memprioritaskan penanganan bencana dan menunda upaya publik terkait pemilihan Dewan Legislatif pada 7 Desember. Ia menyebut keputusan lebih lanjut akan ditentukan “dalam beberapa hari ke depan.”

Kompleks perumahan tersebut terdiri dari delapan gedung dengan hampir 2.000 unit apartemen yang dihuni sekitar 4.800 orang, termasuk banyak lansia. Bangunan yang dibangun pada 1980-an itu baru-baru ini menjalani renovasi besar.

Operasi penyelamatan terkendala suhu tinggi dan kepadatan struktur perancah bambu serta jaring konstruksi yang terpasang di bagian luar gedung. Sekitar 900 warga telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara.

Lebih dari 200 kendaraan pemadam dan sekitar 100 ambulans dikerahkan dalam operasi ini. Seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun termasuk di antara korban tewas, sementara lainnya dirawat akibat kelelahan panas. Petugas melaporkan menerima banyak panggilan darurat dari warga yang terperangkap.

Pejabat distrik di Tai Po telah membuka fasilitas penampungan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

“Saya sudah tidak memikirkan properti saya lagi,” kata seorang warga bernama Wu kepada TVB. “Melihatnya terbakar seperti itu sungguh membuat frustrasi.”

Tai Po merupakan kawasan pinggiran di Wilayah Baru, dekat perbatasan Shenzhen di daratan Cina. Perancah bambu masih lazim digunakan dalam proyek konstruksi dan renovasi bangunan di Hong Kong, meskipun pemerintah telah berencana mengurangi penggunaannya dalam proyek publik karena alasan keselamatan.

Kebakaran ini menjadi yang paling mematikan sejak insiden pada November 1996, ketika 41 orang tewas dalam kebakaran gedung komersial tingkat 5 di kawasan Kowloon yang berlangsung sekitar 20 jam.

Image Slide 1