Solusilndonesia.com — Dua pria Palestina tewas ditembak pasukan Israel di Tepi Barat pada Kamis (27/11/2025) dalam insiden yang memicu kecaman keras dari otoritas Palestina.
Rekaman video yang dirilis dua stasiun TV Arab memperlihatkan kedua pria tersebut sedang menyerah sebelum akhirnya ditembak hingga roboh. Israel menyatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan.
Mengutip dari AP News, Insiden itu terjadi di tengah operasi besar-besaran Israel di Tepi Barat, wilayah yang telah mengalami peningkatan agresi dalam dua tahun terakhir.
Israel berdalih sedang memburu kelompok militan, sementara warga Palestina dan organisasi HAM menuduh pasukan Israel kerap menggunakan kekuatan berlebihan, yang menyebabkan puluhan warga sipil tak bersenjata tewas.
Di saat yang sama, ketegangan regional juga meningkat. Israel kembali melancarkan serangan udara ke target Hizbullah di Lebanon selatan, menambah kekhawatiran konflik meluas di tengah gencatan senjata rapuh di Gaza.
Sementara itu, seorang remaja Palestina-Amerika berusia 16 tahun dibebaskan setelah sembilan bulan ditahan Israel. Ia dipeluk keluarganya dalam kondisi tampak kurus.
Militer Israel dan kepolisian nasional mengatakan telah membuka penyelidikan atas kematian dua pria tersebut. Unit yang terlibat adalah polisi perbatasan, yang kerap beroperasi bersama militer.
Dalam video pertama, kedua pria terlihat keluar dari garasi dengan tangan terangkat sambil mengangkat baju mereka, menunjukkan bahwa mereka tidak membawa bahan peledak. Mereka kemudian diperintahkan tiarap sebelum digiring kembali ke dalam garasi.
Video kedua memperlihatkan mereka duduk di pintu masuk garasi, dikelilingi pasukan. Beberapa detik kemudian terdengar letusan senjata dan keduanya langsung ambruk. Setidaknya satu tentara terlihat menembakkan senjatanya.
Militer Israel menyebut keduanya adalah militan yang dicari di Jenin atas serangan terhadap pasukan sebelumnya. Setelah menyerah, pasukan tetap melepaskan tembakan ke arah mereka. Militer menyatakan insiden itu “sedang ditinjau” dan akan dirujuk ke otoritas terkait.
Namun, pihak Palestina menilai penyelidikan seperti ini jarang berujung pada proses hukum. Mereka menuduh Israel melakukan eksekusi di luar hukum.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, justru memuji tindakan pasukan.
“Mereka bertindak tepat. Teroris harus mati!” ujarnya.
Otoritas Palestina mengidentifikasi korban sebagai Al-Muntasir Abdullah (26) dan Yousef Asasa (37), dan menyebut Israel telah mengambil jenazah keduanya. Kantor PM Palestina mengecam penembakan itu sebagai “eksekusi brutal” yang melanggar hukum humaniter internasional.
Kasus ini memicu ingatan publik pada insiden Elor Azaria tahun 2017, ketika seorang tentara dijatuhi hukuman atas pembunuhan seorang warga Palestina yang sudah terluka kasus yang memecah belah publik Israel.








