Solusilndonesia.com — Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, menyatakan bahwa Israel dan Hamas “diharapkan segera memasuki fase kedua gencatan senjata,” menyusul pengembalian jenazah sandera terakhir yang ditawan di Gaza. pada Minggu (07/12/2025)
Mengutip dari AP News, Ia mengatakan bahwa fase kedua yang meliputi pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dari Gaza berpotensi dimulai “paling cepat akhir bulan ini.”
Namun demikian, ketidakpastian masih membayangi proses tersebut. Hingga saat ini, jenazah Ran Gvili seorang polisi berusia 24 tahun yang tewas dalam serangan Hamas 7 Oktober 2023 belum dikembalikan karena masih berada di Gaza, kata pihak Hamas.
Sangat besar kemungkinan jenazah-jenazah lain juga belum bisa dijangkau karena terkubur di bawah reruntuhan sisa konflik demikian klaim Hamas.
Sementara itu, Israel menuduh bahwa militan Hamas sengaja menunda pengembalian jenazah dan memperingatkan bahwa jika hal itu tidak segera diselesaikan, operasi militer bisa dilanjutkan atau bantuan kemanusiaan dibekukan.
Di sisi lain, keluarga korban menyatakan keberatan: “kami tidak dapat maju ke fase berikutnya sebelum Ran Gvili kembali ke rumah.”
Bagi Israel, fase pertama gencatan senjata yang mencakup pertukaran jenazah dan sandera sudah dianggap selesai. Fase kedua diharapkan akan melibatkan pengerahan pasukan internasional ke Gaza serta pembentukan pemerintahan sementara Palestina, untuk menjalankan administrasi di bawah pengawasan global.
Netanyahu menambahkan bahwa setelah itu, fase ketiga bisa berlangsung: yakni upaya deradikalisasi Gaza sebuah langkah besar yang menurutnya meniru apa yang pernah dilakukan di Jerman, Jepang, dan sejumlah negara Teluk U-N-A-T-O.
Dengan demikian, meskipun ada harapan bahwa konflik dapat berangsur reda melalui tahapan ini, jalan menuju perdamaian tetap dipenuhi tantangan berat: belum semua jenazah kembali, ketidakpastian nasib sandera, dan keraguan terhadap komitmen penuh dari pihak yang terlibat.








