Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Duka Nasional Australia: Bendera Setengah Tiang Setelah Serangan Teror di Pantai Bondi yang Menargetkan Perayaan Hanukkah

×

Duka Nasional Australia: Bendera Setengah Tiang Setelah Serangan Teror di Pantai Bondi yang Menargetkan Perayaan Hanukkah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi seorang penembak sedang mentarget sasarannya/freepik

Solusiindonesia.com — Australia mengumumkan masa berkabung nasional menyusul insiden penembakan massal yang mematikan di pusat perbelanjaan Westfield Bondi Junction, Sydney.

Peristiwa tragis pada Minggu (14/12/2025) ini menewaskan 11 orang dan melukai 29 lainnya, dan kini ditetapkan oleh pihak berwenang sebagai serangan teroris yang menyasar komunitas Yahudi.

Pengibaran Bendera dan Pernyataan Perdana Menteri
Sebagai bentuk penghormatan dan duka cita mendalam, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, memerintahkan agar bendera Australia dikibarkan setengah tiang di seluruh penjuru negeri mulai hari ini, Senin (15/12/2025).

“Bendera akan dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri hari ini sebagai penghormatan kepada semua korban tewas dan semua yang terluka,” ujar PM Albanese, seperti dilansir oleh AFP.

Albanese mengecam keras insiden tersebut, menegaskan bahwa serangan ini merupakan tindakan anti-Semitisme dan terorisme yang jahat yang menyerang inti nilai-nilai kebangsaan Australia. Serangan ini terjadi bertepatan dengan hari pertama perayaan festival Yahudi, Hanukkah.

“Ini adalah serangan yang ditargetkan terhadap warga Yahudi Australia pada hari pertama Hanukkah… sebuah tindakan jahat, anti-Semitisme, terorisme yang telah menyerang jantung bangsa kita,” kata Albanese. “Serangan terhadap warga Yahudi Australia adalah serangan terhadap setiap warga Australia.”

Status Insiden dan Penemuan IED
Kepolisian Australia (AFP) telah secara resmi menyatakan penembakan di Pantai Bondi ini sebagai insiden teroris. Motif serangan ini, yang menargetkan keramaian perayaan Hanukkah, mengarah kuat pada kebencian berbasis agama.

Dalam pengembangan penyelidikan, polisi melaporkan adanya penemuan yang diduga sebagai perangkat peledak rakitan (IED) di sebuah kendaraan yang terkait dengan salah satu tersangka, yang ditemukan di dekat lokasi penembakan massal.

Mengenai para pelaku, insiden melibatkan dua pria bersenjata. Salah satu terduga pelaku telah tewas di tempat, sementara pelaku kedua dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Albanese turut memuji keberanian warga sipil yang disebutnya sebagai “pahlawan” karena berhasil menangkap dan melucuti senjata salah satu penyerang, mencegah potensi korban yang lebih banyak.

Peristiwa ini menandai salah satu serangan paling mematikan di Australia dalam beberapa tahun terakhir dan telah memicu peningkatan kewaspadaan keamanan di seluruh negara bagian.

Image Slide 1