Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Wali Kota Baru NYC “Berani” Berjanji: Melindungi Muslim di Kota yang Hobi Menghakimi Keffiyeh

×

Wali Kota Baru NYC “Berani” Berjanji: Melindungi Muslim di Kota yang Hobi Menghakimi Keffiyeh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Zohran Mamdani/tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Wali Kota terpilih, Zohran Mamdani, baru saja mengumumkan sebuah misi yang terdengar seperti sains fiksi bagi sebagian orang: melawan Islamofobia dan rasisme anti-Palestina secara konsisten.

​Mamdani tampaknya sadar bahwa ia akan memimpin sebuah kota yang belakangan ini lebih sibuk memoles teori konspirasi di media sosial daripada memastikan warganya tidak diancam mati hanya karena pilihan aksesoris pakaian.

​Kemarahan Mamdani bermula dari tersebarnya foto Mustapha Kharbouch, seorang mahasiswa Brown University yang berfoto mengenakan keffiyeh.

​Bagi para “pejuang keyboard” dan penganut fanatisme buta, kain tradisional tersebut rupanya berfungsi sebagai sinyal pemanggil untuk melakukan doxing dan mengirimkan ancaman pembunuhan.

Mamdani dengan tajam menyoroti bagaimana latar belakang Palestina yang kini otomatis menjadi undangan terbuka bagi publik untuk menyebarkan data pribadi secara ilegal.

​”Sebagai Wali Kota, tugas saya adalah merayakan seluruh warga New York—bukan sekadar menonton mereka dirundung di internet,” sindir Mamdani, menyentil betapa normalnya kebencian ini menjadi konsumsi harian di platform X.

​Di tengah gelombang intimidasi yang semakin “berani” (tidak tahu malu: Red), Mamdani berjanji akan hadir di setiap sudut kota untuk melawan kebencian. Tentu saja, ini adalah tantangan besar di negara yang sering kali lebih cepat melabeli korban daripada menangkap pelaku intimidasi digital.

​Mamdani menegaskan bahwa rasisme anti-Palestina bukan sekadar isu luar negeri, melainkan penyakit lokal yang sedang menggerogoti rasa aman di jalanan New York.

Pekan depan, saat ia resmi menjabat, kita akan melihat apakah komitmen ini akan menjadi benteng kokoh atau sekadar retorika manis di tengah bisingnya klakson Manhattan.

Image Slide 1