Memahami struktur dan sejarah Al-Aqsha adalah bagian dari upaya menjaga marwah kiblat pertama umat Islam. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kesucian tanah ini.
Solusiindonesia.com — Masjid Al-Aqsha bukan sekadar bangunan, melainkan saksi bisu perjalanan agung Nabi Muhammad SAW saat melintasi langit dalam peristiwa Isra Mi’raj. Tanah suci ini menyimpan kekayaan arsitektur dan nilai spiritual yang tak ternilai, mulai dari kilauan emas Qubbat ash-Shakhrah hingga menara-menara yang menjulang memuji asma Allah SWT.
Qubbat ash-Shakhrah: Permata Emas di Jantung Al-Quds
Salah satu ikon paling ikonik di kompleks Al-Aqsha adalah Kubah Batu (Dome of the Rock) atau Qubbat ash-Shakhrah. Memiliki diameter 20 meter dan berdiri megah setinggi 30 meter dari permukaan tanah, kubah emas ini mengadopsi sentuhan arsitektur Bizantium yang megah.
Di dalamnya, tersimpan batu (shakhrah) bersejarah berukuran 56×42 kaki persegi yang diyakini sebagai titik awal Rasulullah SAW bertolak menuju Sidratul Muntaha. Di bawah batu suci ini, terdapat sebuah gua persegi seluas 4,5×4,5 meter yang menambah kekhusyukan suasana di dalamnya.
Jejak Al-Buraq dan Mushalla Bersejarah
Di sisi barat kompleks, berdiri Masjid al-Buraq, sebuah bangunan seluas 100 meter persegi yang menjadi tempat ditambatkannya kendaraan langit, Al-Buraq. Meski dibangun sejak era Bani Umayyah, struktur yang kita lihat saat ini merupakan hasil pemugaran telaten dari Dinasti Mamluk.
Selain itu, terdapat beberapa titik penting lainnya yang memiliki fungsi historis:
- Masjid al-Magharibah: Dibangun oleh pahlawan Islam, Sultan Shalahuddin al-Ayyubi, di sisi barat daya.
- Mushalla an-Nisa: Dahulu merupakan tempat ibadah khusus muslimah, kini bertransformasi menjadi pusat ilmu pengetahuan sebagai Perpustakaan Al-Aqsha.
- Mushalla al-Marwani: Area seluas 4.000 meter persegi di sisi tenggara yang dibangun oleh Khalifah Walid bin Abdul Malik.
Gerbang-Gerbang Cahaya dan Tantangan Blokade
Kompleks Al-Aqsha dikelilingi oleh 15 gerbang yang masing-masing memiliki cerita. Di antaranya adalah Gerbang al-Qaththanin, as-Silsilah, dan Gerbang al-Magharibah (Gerbang Buraq).
Namun, duka menyelimuti beberapa pintu suci ini. Gerbang Nabi, yang diyakini sebagai jalur masuk Rasulullah SAW, kini ditutup paksa oleh pihak zionis. Nasib serupa menimpa Gerbang ar-Rahmah, al-Janaiz, al-Muzdawaj, dan al-Munfarid yang kini dalam status blokade permanen.
Keunikan Kubah dan Menara Penjaga Langit
Pesona Al-Aqsha semakin lengkap dengan menara-menara tinggi yang berdiri di atas gerbang-gerbang utama. Selain itu, terdapat deretan kubah yang sarat makna, seperti:
- Kubah Nabi: Dibangun pada abad ke-16 untuk menandai titik di mana Nabi SAW diyakini pernah mengimami shalat.
- Kubah al-Khalili: Bangunan dari era Turki Utsmaniyah (awal abad ke-18) yang didedikasikan untuk menghormati ahli fikih, Syekh Muhammad al-Khalili.
Sumber Mata Air Surga di Tanah Suci
Untuk memenuhi kebutuhan thaharah (bersuci), Al-Aqsha dianugerahi 25 sumur bawah tanah. Di antara puluhan sumber air tersebut, Sumur al-Jannah dan Sumur Rumanah menjadi yang paling utama karena keberkahannya yang terus mengalir hingga hari ini, menyediakan air bagi para jamaah yang ruku’ dan sujud di sana.








