Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Malang Raya

Modernisasi Wisata Malang: 100 Becak Listrik Siap Mengaspal Akhir Januari 2026

×

Modernisasi Wisata Malang: 100 Becak Listrik Siap Mengaspal Akhir Januari 2026

Sebarkan artikel ini
Modernisasi Wisata Malang: 100 Becak Listrik Siap Mengaspal Akhir Januari 2026. Foto: Radar Malang

Solusiindonesia.com — Wajah transportasi wisata di Kota Malang segera memasuki era baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi mematangkan program becak listrik yang menyasar ratusan pengemudi dari kelompok masyarakat rentan. Inisiatif ini menggabungkan misi pengentasan kemiskinan dengan penguatan sektor pariwisata berkelanjutan (eco-tourism).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang, Donny Sandito, mengonfirmasi bahwa sebanyak 100 unit becak listrik telah disiapkan pada tahap awal. Program ini diproyeksikan mulai beroperasi secara penuh pada akhir Januari 2026.

Validasi Data: Prioritas untuk Masyarakat Miskin Ekstrem
Dinsos telah menyelesaikan tahap verifikasi dan validasi calon penerima. Berdasarkan data yang dihimpun, mayoritas penerima bantuan ini berada dalam kategori ekonomi terbawah.

  • Total Kuota: 100 orang pengemudi becak.
  • Klasifikasi Ekonomi: 90% penerima berada di Desil 1 hingga 5 (Miskin Ekstrem & Rentan).
  • Sinergi Antar-Lembaga: Proses pendataan melibatkan kolaborasi lintas sektor antara Dinsos, Dishub, Disporapar, paguyuban becak, hingga pihak kelurahan.

“Tugas kami memastikan bantuan ini tepat sasaran. Kriteria utamanya adalah mereka yang memang berprofesi sebagai pengemudi becak dan masuk dalam data desil kemiskinan,” ujar Donny dalam keterangan resminya, Kamis (15/1/2026).

Titik Operasional dan Target Wisatawan
Program ini tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga sebagai strategi branding pariwisata. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menjelaskan bahwa becak listrik ini akan ditempatkan di titik-titik ikonik yang sering dikunjungi pelancong.

Rencana lokasi operasional meliputi:

  • Kawasan Heritage: Kayutangan Heritage (pusat utama).
  • Kawasan Komersial: Pusat perbelanjaan dan area perhotelan.
  • Area Publik: Destinasi wisata strategis di tengah kota.

“Harapan kami, kehadiran becak listrik ini mampu meningkatkan kualitas layanan wisata sekaligus mengangkat derajat kesejahteraan pengayuh becak tradisional,” tutur Baihaqi.

Pembagian Wewenang Tata Kelola
Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, Pemkot Malang telah membagi tugas operasional secara spesifik:

  • Dinsos: Verifikasi dan validasi data penerima.
  • Dishub: Pengaturan teknis pengisian daya (charging), manajemen tempat mangkal, dan aturan lalu lintas.
  • Disporapar: Manajemen daya tarik wisata dan promosi layanan kepada wisatawan.

Dengan target penyaluran pada akhir bulan ini, wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang diharapkan segera bisa menikmati sensasi berkeliling kota dengan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dan modern.*

Image Slide 1