Solusiindonesia.com — Malam Nisfu Sya’ban merupakan momen istimewa yang dinantikan umat Muslim. Pada tahun 1447 H ini, 15 Sya’ban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Secara kalender hijriah, malam Nisfu Sya’ban dimulai sejak waktu Maghrib pada senin malam (2/2/2026).
Nisfu Sya’ban dikenal sebagai satu dari lima malam di mana doa-doa dipanjatkan tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
عن أبي أمامة الباهلي قال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: خمس ليال لا ترد فيهن الدعوة، أول ليلة من رجب، وليلة النصف من شعبان، وليلة الجمعة، وليلة الفطر، وليلة النحر
“Lima malam yang tidak akan ditolak doa di dalamnya: malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.”
Untuk mengisi malam yang mulia tersebut, berikut adalah deretan amalan yang dianjurkan oleh para ulama sebagaimana dirangkum dari NU Online:
1. Memperbanyak Shalat Sunnah
Ibadah shalat adalah sebaik-baik syariat. Terdapat beberapa pilihan shalat sunnah yang bisa didirikan:
- Shalat Sunnah Mutlak: Dikerjakan dua rakaat dengan niat shalat mutlak.
- Rakaat pertama: Al-Fatihah + Al-Kafirun.
- Rakaat kedua: Al-Fatihah + Al-Ikhlas.
- Membaca doa berikut saat sujud:
- اللهم إني أعوذ بعفوك من عقابك، وأعوذ برضاك من سخطك، وأعوذ بك منك إليك، لا أحصى ثناء عليك أنت كما أثنيت على نفسك
- Shalat Tasbih: Sangat dianjurkan oleh para ulama. Terdiri dari 4 rakaat dengan total 300 kali bacaan tasbih.
- Shalat Awwabin: Dilakukan sebanyak 6 rakaat antara Maghrib dan Isya dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.
2. Tradisi Membaca Surat Yasin 3 Kali
Amalan ini merupakan ijtihad sebagian ulama (seperti Syekh Al-Buni) yang telah menjadi tradisi positif di masyarakat. Dilakukan setelah Maghrib dengan niat:
- Pertama: Memohon umur panjang yang berkah untuk ketaatan.
- Kedua: Memohon perlindungan dari bala dan musibah.
- Ketiga: Memohon kekayaan hati (qana’ah) dan ketetapan iman hingga akhir hayat.
Setelah membaca Yasin, dianjurkan membaca doa Nisfu Sya’ban yang masyhur:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اللّهُمَّ يَاذَا الْمَنِّ وَلاَيُمَنُّ عَلَيْك…
(dan seterusnya hingga selesai).
3. Dzikir Khusus dan Perlindungan
Beberapa ulama seperti Syekh Abdul Hamid Qudus dalam Kanzun Najah Was Surur menyarankan bacaan berikut:
- Tasbih Nabi Yunus: Dibaca sebanyak 2.375 kali untuk perlindungan dari bencana selama setahun. لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
- Ayatul Hirsh (At-Taubah 128-129): Membaca ayat ini 500 kali pada malam Nisfu Sya’ban dipercaya dapat memberikan kemudahan saat menghadapi pertanyaan di alam kubur. ﻟَﻘَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ… (QS. At-Taubah: 128-129).
4. Memperbanyak Shalawat dan Doa
Bulan Sya’ban adalah bulan Shalawat, karena pada bulan inilah ayat perintah bershalawat (QS. Al-Ahzab: 56) diturunkan.
Selain itu, perbanyaklah doa permohonan ampunan:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا ياَ كَرِيْمُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
5. Puasa Sunnah Nisfu Sya’ban
Selain menghidupkan malamnya, umat Islam juga disunnahkan berpuasa pada siang harinya. Hal ini bersandar pada hadits Ali bin Abi Thalib bahwa Allah SWT turun ke langit dunia sejak matahari terbenam untuk memberikan ampunan dan rezeki kepada hamba-Nya yang meminta.
Malam Nisfu Sya’ban adalah kesempatan emas untuk “mengetuk pintu langit”. Dengan kombinasi shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan puasa, diharapkan kita mendapatkan keberkahan penuh sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.







