Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Malang Raya

Dr. Indra Permana Dorong Strategi ‘Grand Design’ Ekonomi Liburan: Cara Kota Malang Mengubah Kemacetan Menjadi Kesejahteraan Rakyat

×

Dr. Indra Permana Dorong Strategi ‘Grand Design’ Ekonomi Liburan: Cara Kota Malang Mengubah Kemacetan Menjadi Kesejahteraan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kota Malang Komisi B Dr. Indra Permana. Foto : Istimewa

Solusiindonesia.com — Selama ini, libur panjang seringkali diidentikkan dengan kemacetan dan penumpukan kendaraan di sudut-sudut Kota Malang. Namun, bagi Dr. Indra Permana, Anggota DPRD Kota Malang sekaligus akademisi dan pengusaha, fenomena ini adalah “tambang emas” yang belum tergarap secara maksimal.

Indra mendorong Pemerintah Kota Malang untuk segera menyusun Grand Design Ekonomi Liburan. Menurutnya, Kota Pendidikan ini sudah memiliki modalitas yang lengkap—mulai dari wisata heritage, kuliner legendaris, hingga sektor kreatif yang progresif—untuk bertransformasi dari sekadar kota transit menjadi destinasi utama.

Mengaktifkan Multiplier Effect untuk Rakyat
Indra menekankan bahwa keramaian selama musim liburan tidak boleh berhenti pada angka kunjungan semata. Fokus utama harus terletak pada bagaimana arus wisatawan mampu menciptakan efek berantai (multiplier effect) yang menyentuh lapisan masyarakat terbawah.

“Liburan bukan hanya soal ramai, tapi soal bagaimana keramaian itu dikelola agar menghasilkan kesejahteraan,” tegas Indra.

Ia memaparkan bahwa saat ekosistem dirancang dengan benar, manfaat ekonomi akan mengalir deras ke hotel, pengelola homestay, jasa transportasi, hingga pedagang kaki lima dan pekerja informal.

Dengan estimasi kunjungan yang mencapai ratusan ribu orang pada periode tertentu, potensi perputaran uang di Malang bisa menembus angka ratusan miliar rupiah. Tanpa perencanaan yang matang, potensi ekonomi raksasa ini dikhawatirkan hanya akan menguap begitu saja tanpa memberi dampak signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun dompet warga.

Empat Pilar Desain Besar Ekonomi Malang
Untuk mewujudkan visi tersebut, Indra mengusulkan empat pilar utama dalam desain besar ekonomi liburan yang harus segera diimplementasikan oleh pemerintah:
Pertama, perlunya kalender acara (event calendar) yang konsisten dan bertaraf internasional untuk menjaga minat wisatawan. Kedua, kurasi ketat terhadap UMKM lokal unggulan agar produk asli Malang menjadi primadona. Ketiga, integrasi yang solid antara sektor pariwisata, perdagangan, dan ekonomi kreatif. Dan keempat yaitu penetapan target yang terukur untuk peningkatan pendapatan langsung bagi warga.

Pariwisata Berkeadilan: Uang Wisatawan Harus Berputar di Warga
Satu poin krusial yang digarisbawahi oleh Indra adalah pemerataan. Ia mengingatkan agar kebijakan pariwisata tidak bersifat eksklusif atau hanya menguntungkan segelintir pengusaha besar. Visi besarnya adalah memastikan uang yang dibawa wisatawan benar-benar berputar di tangan masyarakat lokal.

“Wisata yang sehat adalah wisata yang menghidupi rakyatnya, bukan hanya memoles citra kotanya,” imbuhnya.

Melalui sinergi antara legislatif dan eksekutif, Indra optimis Kota Malang mampu naik kelas menjadi destinasi wisata yang tidak hanya berdaya saing global, tetapi juga memiliki fondasi ekonomi yang berkeadilan. Baginya, pariwisata adalah alat strategis untuk membangun kemandirian dan martabat ekonomi masyarakat Malang di masa depan.

Image Slide 1