Solusiindonesia.com — Pemerintah Kabupaten Malang serius melakukan akselerasi kualitas pendidikan di wilayahnya. Bupati Malang, M. Sanusi, menetapkan target ambisius bagi siswa di Sekolah Unggulan: meraih nilai rata-rata sembilan pada 70 persen mata pelajaran.
Target ini bukan sekadar angka, melainkan indikator utama keberhasilan peningkatan mutu pendidikan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk tahun 2026.
Tinjau Langsung 3 Sekolah Unggulan di Kepanjen
Pada Senin (12/1), Bupati Sanusi melakukan kunjungan lapangan ke tiga titik sekolah yang menjadi pilot project program ini, yakni:
- SMP Negeri 4 Kepanjen
- SD Negeri 4 Panggungrejo
- SMP Negeri 3 Kepanjen
Dalam peninjauan tersebut, Sanusi memantau langsung dinamika belajar mengajar serta efektivitas program ekstrakurikuler. Ia menekankan bahwa standar nilai tinggi ini harus dicapai secara merata, bukan hanya oleh segelintir siswa.
“Capaian tersebut tidak boleh tebang pilih. Seluruh satuan pendidikan harus bergerak selaras untuk memastikan kualitas lulusan kita memiliki daya saing tinggi dengan rata-rata nilai sembilan,” tegas Sanusi di sela kunjungannya.
Kolaborasi Strategis dengan Universitas Negeri Malang
Program Sekolah Unggulan ini sejatinya telah digulirkan sejak Oktober 2025. Saat ini, terdapat 17 sekolah yang masuk dalam kategori unggulan. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemkab Malang dan Universitas Negeri Malang (UM) untuk menyusun kurikulum dan sistem pendampingan yang lebih komprehensif.
Fokus program meliputi dua pilar utama:
- Akselerasi Akademik: Peningkatan standar nilai ujian dan pemahaman materi.
- Pengembangan Potensi: Penyaluran bakat siswa melalui kegiatan non-akademik.
Inovasi Sekolah: Pembentukan Kelas Khusus
Merespons target tersebut, pihak sekolah mulai menerapkan strategi khusus. Kepala SMP Negeri 3 Kepanjen, Margo Sujono Hadi, menjelaskan bahwa upaya mengejar target nilai sembilan sudah dimulai sejak semester awal.
“Kami telah membentuk kelas unggulan bagi siswa yang memiliki bakat dan potensi akademik menonjol. Namun, motivasi dan perhatian khusus diberikan kepada seluruh siswa agar iklim kompetisi positif tetap terjaga,” ujar Margo.
Selain mengejar prestasi akademik, sekolah-sekolah di Malang juga tetap menyeimbangkan porsi prestasi non-akademik, terutama di bidang olahraga, guna mencetak lulusan yang unggul secara intelektual dan fisik.








