Solusiindonesia.com – Di sebuah sudut tenang Perumahan Pratama Asri, Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, berdiri sebuah usaha sederhana yang sarat semangat dan idealisme.
Namanya Nothing Name Project, sebuah bengkel motor milik anak muda bernama Dicky Kurniawan Saputra yang sejak tiga tahun terakhir terus berkembang dan tumbuh bersama pelanggan setianya.
Bukan hanya soal servis motor, Nothing Name Project membawa misi yang lebih besar: membangun kepercayaan dan mengedukasi pelanggan muda yang minim pengetahuan soal kendaraan mereka.
“Banyak oknum bengkel nakal yang curang ke customer, terutama anak muda yang belum paham soal mesin. Saya ingin mengatasi itu,” tutur Dicky dengan semangat. Senin (2/6/2025).
Dicky, pemuda kelahiran Malang dan anak pertama dari empat bersaudara, saat ini tengah bersiap menempuh kuliah di Universitas Merdeka (Unmer) Malang, jurusan Hukum. Meski bukan dari dunia teknik atau otomotif, ia tidak ragu terjun langsung membangun bengkel ini.
Menariknya, passion Dicky justru lebih dekat ke dunia memasak. Tapi baginya, membantu dan membangun sesuatu bersama teman-teman adalah kepuasan tersendiri.

“Saya ingin teman-teman yang punya keterampilan di bidang otomotif bisa berkembang juga. Bengkel ini bukan cuma tempat servis, tapi juga tempat belajar dan tumbuh bareng,” jelasnya.
Saat ini, bengkel Nothing Name Project fokus melayani servis motor harian dan menyediakan sparepart ringan seperti oli dan kampas rem. Untuk kebutuhan berat seperti turun mesin, Dicky lebih memilih menyesuaikan dengan permintaan dan kondisi customer, agar tetap efisien dan transparan.
Meski usahanya masih kecil, tantangan yang dihadapi tidak sederhana. Salah satunya, kata Dicky, adalah memperbaiki motor-motor yang sebelumnya ditangani bengkel lain namun tidak tuntas atau bahkan salah dalam penanganan. Tapi dari situ pula, ia belajar dan membuktikan kualitas bengkel yang ia bangun.
Saat ditanya soal kunci suksesnya, Dicky menjawab tegas: jujur dan konsisten. “Yang penting jangan cepat nyerah. Pasang surut itu biasa. Kalau lagi turun, bukan waktunya mundur, tapi waktunya belajar dan bangkit lagi,” pesannya untuk para anak muda yang ingin mulai berwirausaha sejak dini.
Ke depan, Dicky berharap usahanya bisa lebih besar dan lebih banyak memberdayakan anak muda yang punya keterampilan, tapi belum punya tempat untuk berkarya. Ia ingin Nothing Name Project jadi ruang berkembang, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk banyak orang.
Bagi yang ingin tahu lebih banyak atau ingin menggunakan jasa bengkelnya, Nothing Name Project bisa dihubungi langsung di nomor 0895-1654-4304. (*)








