Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Pendidikan

Mahasiswi UNISMA Inisiasi Strategi Branding Kampus Lewat Literasi dan Pemanfaatan Ruang Publik

×

Mahasiswi UNISMA Inisiasi Strategi Branding Kampus Lewat Literasi dan Pemanfaatan Ruang Publik

Sebarkan artikel ini
Nafia Humaira—mahasiswi Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMA / solusiindonesia.com

Solusiindonesia.com – Dalam upaya membangkitkan kembali minat masyarakat terhadap perguruan tinggi swasta, khususnya Universitas Islam Malang (UNISMA), Nafia Humaira—mahasiswi Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMA sekaligus Humas PMII Rayon Al-Farabi—menginisiasi berbagai program kreatif dan inspiratif melalui Kementerian Pendidikan BEM UNISMA.

Dalam wawancara eksklusif, Nafia menyampaikan keresahannya atas menurunnya minat calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di kampus swasta akibat maraknya otonomi kampus negeri berbadan hukum (PTNBH).

“Dengan diberikannya otonomi penuh kepada perguruan tinggi negeri, banyak calon mahasiswa yang lebih memilih kampus negeri. Hal ini menyebabkan kampus swasta, seperti UNISMA, mengalami penurunan jumlah peminat. Karena itu, melalui posisi saya di Kementerian Pendidikan BEM UNISMA, saya mencanangkan program-program kerja untuk memperkuat citra dan branding kampus,” ujar Nafia.

Salah satu program unggulan yang diinisiasi Nafia adalah sosialisasi literasi berbasis branding kampus. Melalui pendekatan literasi, program ini menyasar masyarakat secara luas tanpa langsung menonjolkan promosi kampus.

“Kami tidak datang dengan membawa pesan promosi semata. Alih-alih berkata ‘kami dari UNISMA yang sedang kekurangan peminat’, kami hadir dengan tujuan menghidupkan kembali semangat berliterasi. Ini lebih menarik dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Nafia dan tim memanfaatkan berbagai media, termasuk pembagian brosur, penyelenggaraan taman literasi saat Car Free Day (CFD) di Jalan Ijen, Malang, hingga penggunaan poster edukatif bertema pahlawan nasional yang ramah anak.

“Di taman literasi CFD, kami membuka stan yang menyediakan koran untuk orang tua, buku-buku bacaan anak, hingga poster tokoh nasional seperti Ki Hajar Dewantara dalam bentuk visual menarik. Harapannya, ini menumbuhkan kecintaan terhadap literasi sekaligus memperkenalkan UNISMA sebagai kampus yang aktif dan inovatif,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nafia menyoroti stigma yang melekat terhadap UNISMA yang kerap dianggap sebagai “kampus dari etnis tertentu” karena dominasi mahasiswa dari wilayah tersebut.

“Saya sendiri orang Malang, tapi kami minoritas di kampus. Banyak mahasiswa berasal dari luar daerah. Ini bukan hal negatif, namun menunjukkan kurangnya sosialisasi di lingkungan sekitar kampus,” ungkapnya.

Sebagai solusi, ia juga mendorong penyebaran informasi melalui beasiswa-beasiswa yang tersedia, seperti Beasiswa KIP, Beasiswa Prestasi, dan Bidikmisi, serta penyebaran video profil kampus.

Namun, Nafia tak menutup mata terhadap keberhasilan kampus swasta lain yang dinilai lebih sukses dalam menjaring mahasiswa melalui pendekatan digital dan penggunaan influencer kampus.

“Kampus swasta lain punya strategi beasiswa influencer, yang secara efektif memanfaatkan tokoh publik untuk menarik minat mahasiswa. Ini bisa menjadi inspirasi bagi kami untuk mengembangkan strategi serupa di UNISMA,” pungkasnya.

Dengan berbagai terobosan ini, diharapkan UNISMA mampu bangkit sebagai kampus swasta yang tak hanya unggul dalam kualitas akademik, tetapi juga adaptif terhadap tantangan zaman dalam hal promosi dan penguatan citra di masyarakat. (*)