Solusiindonesia.com — Sorotan publik tertuju kepada Universitas Brawijaya Malang yang dipertanyakan tentang integritasnya sebagai lembaga pendidikan tinggi negeri usai terkuak dugaan skandal korupsi dana BLUD Mojokerto di FEB UB, kini pelantikan Widi Nugroho (WN) sebagai Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan(FKH), yang menuai kecaman luas di media sosial karena memiliki rekam jejak diduga sebagai pelaku kekerasan seksual.
Gelombang protes muncul usai akun resmi @fkh_ub mengunggah pelantikan, warganet dan mahasiswa membanjiri komentar terkait pelanggaran etik yang dilakukan oleh WN.
Warganet mempertanyakan kelayakan WN menempati posisi strategis sebagai wakil dekan, sementara secara etika pernah tersandung pelecehan seksual, Netizen menganggap ini menghilangkan keadilan bagi sang korban.
“Bagaimana bisa membawa keberkahan dan kemajuan jika salah satu wadeknya adalah pelaku pelecehan seksual? apakah melihat beliau diangkat jadi wadek adil untuk korban?” tulis salah satu akun
Dikutip dari Beritajatim, Selasa (30/09/25) pihak rektorat mengamini protes warganet dan mahasiswa tentang pelanggaran etik WN yang pernah tersandung kasus pelecehan seksual tersebut.
Melalui Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Sumber Daya, Prof. Dr. Muchamad Ali Safaat, S.H., M.H., membenarkan bahwa WN pernah terbukti melakukan pelanggaran etik. Menurutnya, pemeriksaan dilakukan pada Mei lalu berdasarkan laporan yang masuk
“Hasilnya, kami menemukan satu tindakan yang dikategorikan sebagai pelecehan. Karena terdapat sentuhan fisik dan sudah diproses di FKH. Kejadiannya tahun 2022,” papar Ali Safaat melalui keterangan tertulis, Senin (22/9/2025).
Dari berbagai kasus yang terjadi di Universitas Brawijaya itu, baik skandal Korupsi dana BLUD yang menyeret Dosen-dosen FEB UB, hingga pengangkatan Wadek III FKH, publik mempertanyakan integritas lembaga pendidikan tinggi tersebut.
Kini Publik menunggu langkah konkrit pihak UB untuk lebih transparan dalam menangani berbagai tragedi etik dan kepatutan dilingkungan kampus yang berlogo Raden Wijaya (Prabu Brawijaya) berwarna kuning emas itu.
Benarkah Universitas Brawijaya masih pantas mencetak kaum intelektual, sementara integritasnya dipertanyakan. (*)



