Solusiindonesia.com — Kisruh antara eks Dosen UIN Malang, Imam Muslimin atau yang akrab disapa Yai Mim, dengan tetangganya Nurul Sahara, masih terus berlanjut.
Persoalan yang awalnya dipicu oleh masalah pribadi antar tetangga kini merambah ke tanah akademik.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof Widodo, Akhirnya buka suara terkait desakan Yai Mim yang memint agar pihak kampus menjatuhkan sanksi pemecatan kepada sahara
“Kita sudah ada monitoring, cuma informasinya belum clear,” ujar Widodo saat ditemui di kampus UB, Jumat (3/10/2025).
Ia menegaskan, polemik tersebut merupakan ranah pribadi yang saat ini sudah masuk jalur hukum. Namun demikian, UB akan tetap mengambil langkah sesuai aturan jika terbukti ada pelanggaran etik yang dilakukan oleh mahasiswinya.
“Ini tentu di luar konteks, tapi universitas bagian dari masyarakat dan tentu kita akan mengikuti dan jika memang ada anggota kita, entah itu dosen atau mahasiswa kalau memang betul-betul ada proses pelanggaran. Tentu kita akan melakukan langkah-langkah yang harus dilakukan, sesuai dengan koridor etik yang ada,” tegas Widodo.
Lebih lanjut, Widodo menekankan bahwa langkah terbaik adalah menunggu proses hukum berjalan.
“Karena dua orang ini adalah sebenarnya permasalahan pribadi dan sudah dibawa ke ranah hukum. Yang paling bagus adalah semuanya diam, dan mengikuti proses hukum,” ujarnya.
Menurutnya, putusan hukum nantinya akan memperjelas duduk perkara.
“Dari situ akan sangat kelihatan siapa-siapa yang mungkin benar dan siapa-siapa yang kurang benar. Intinya ini permasalahan pribadi antar keluarga, sehingga paling bagus diselesaikan oleh masyarakat tersebut,” pungkasnya.
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT), Nurul Sahara tercatat resmi sebagai mahasiswi program doktor (S-3) Ilmu Administrasi UB sejak 18 Agustus 2025.
Sebelumnya, Yai Mim melalui akun Instagram pribadinya pernah menyampaikan desakan agar Rektor UB Prof Widodo memberhentikan Sahara dari program pascasarjana.
Menurutnya, Sahara menjadi penyebab dirinya diberhentikan sebagai dosen UIN Malang.
“Assalamulaikum Pak Rektor, Profesor Widodo lama gak ketemu. Gini Prof dengan video saya yang beredar, yang disebarkan oleh salah satu mahasiswa Bapak. Nurul Sahara namanya di dalam akun TikTok Sahara_vibesssss dampaknya saya dipecat sebagai dosen UIN Malang,” kata Imam Muslimin dalam unggahan yang dilihat detikJatim, Kamis (25/9/2025).
Dalam pernyataannya, Yai Mim meminta UB bersikap tegas. “Saya mohon keadilan Prof Widodo, agar mahasiswa Bapak ini bisa dibina oleh UB. Bapak bertanggung jawab,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mendesak agar Sahara dikeluarkan dari program doktor. “Saya mohon saudara Nurul Sahara yang memiliki akun TikTok Sahara_vibesssss untuk dipecat dan diperhentikan dari Program Dokter S-3 di UB,” sambungnya.
Yai Mim menutup pernyataannya dengan menyerahkan keputusan kepada UB.
“Silakan dipertimbangkan usulan saya ini. Diterima Alhamdulilah, gak diterima Alhamdulillah. Karena dampak dari ini, saya dipecat dan diperiksa Irjen Kementerian Agama Republik Indonesia,” pungkasnya.







