Solusiindonesia.com — Sejarah baru tercipta di industri energi nasional. Setelah lebih dari tiga dekade tanpa pembangunan kilang minyak baru yang signifikan, Indonesia akhirnya meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (12/1/2026).
Langkah strategis ini menandai tonggak penting menuju swasembada energi dan memutus rantai ketergantungan impor BBM yang telah membebani devisa negara selama bertahun-tahun.
Hanya Dua Presiden dalam Sejarah RI
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam laporannya menyampaikan fakta menarik sekaligus ironis. Dari delapan presiden yang pernah memimpin Indonesia selama 80 tahun terakhir, tercatat hanya dua presiden yang berhasil mengeksekusi pembangunan kilang minyak besar.
“Dalam sejarah bangsa, cuma dua presiden yang meresmikan RDMP. Pertama adalah Presiden Soeharto pada tahun 1994, dan baru 32 tahun kemudian, Presiden Prabowo Subianto meresmikan RDMP Balikpapan ini,” ujar Bahlil di hadapan tamu undangan.
Di Balik Drama Kebakaran dan “Udang di Balik Batu”
Penyelesaian proyek raksasa ini tidaklah mulus. Bahlil secara blak-blakan mengungkapkan adanya “drama” di balik layar yang menyebabkan penyelesaian proyek molor dari target awal tahun 2024.
Selain kendala teknis berupa insiden kebakaran, Bahlil mencium adanya upaya sabotase dari pihak-pihak yang diuntungkan oleh skema impor energi.
“Kami minta diselidiki, ternyata ada ‘udang di balik batu’. Masih ada pihak yang tidak rela Indonesia punya cadangan mandiri dan swasembada energi agar mereka bisa terus mengimpor,” tegas Bahlil.
Visi Prabowo: Hentikan Mentalitas Rendah Diri
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa peresmian RDMP Balikpapan bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan simbol harga diri bangsa. Ia mengajak rakyat Indonesia untuk membuang jauh-jauh mentalitas rendah diri (inferiority complex).
“Kita harus jadi bangsa yang percaya diri dan bangga dengan prestasi sendiri. Tidak boleh ada lagi perasaan tidak mampu bersaing dengan bangsa lain,” tegas Presiden.
Presiden Prabowo berkomitmen bahwa di bawah kepemimpinannya, Indonesia harus mencapai kedaulatan energi penuh. Kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) di sektor energi dianggap sebagai syarat mutlak menjadi bangsa yang kuat di kancah global.







