Solusiindonesia.com — Kementerian Pertahanan (Kemenhan), melantik 12 tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) untuk memperkuat perumusan kebijakan strategis di bidang pertahanan.
Pelantikan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, beberapa waktu lalu, dan menarik perhatian publik karena melibatkan figur-figur dengan latar belakang publik figur ternama.
Dari belasan nama yang dilantik, tercantum Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto, vokalis band Letto sekaligus putra budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), serta Frank Alexander Hutapea, putra pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan bahwa Noe Letto termasuk dalam jajaran tenaga ahli yang dilantik Menteri Pertahanan.
“Benar Sabrang Mowo Damar Panuluh merupakan salah satu dari 12 Tenaga Ahli yang dilantik dan menjabat sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional,” ujar Rico dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).
Rico menjelaskan, Sabrang Mowo Damar Panuluh akan berperan memberikan masukan, kajian, serta rekomendasi strategis lintas disiplin sesuai bidang keahliannya. Fokus kontribusinya mencakup perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis guna memperkaya kajian pertahanan nasional.
“Dalam mekanismenya, Tenaga Ahli menyampaikan masukan dan rekomendasi melalui forum dan tata kerja Dewan Pertahanan Nasional sesuai struktur yang berlaku, untuk kemudian menjadi bahan pertimbangan kolektif pimpinan Dewan, termasuk Menteri Pertahanan, sehingga keputusan tetap berada dalam koridor kelembagaan dan kepentingan strategis pertahanan negara,” ucap dia.
Selain Noe Letto, Rico juga memastikan bahwa Frank Alexander Hutapea termasuk dalam 12 tenaga ahli yang dilantik. Ia menegaskan seluruh nama ditetapkan melalui prosedur yang sama.
“Terkait komposisi Tenaga Ahli lainnya, seluruh nama yang dilantik, termasuk Frank Alexander Hutapea, ditetapkan melalui mekanisme yang sama, dengan pertimbangan kebutuhan organisasi dan kapasitas profesional masing-masing,” jelas dia.
Rico menegaskan, pengisian Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional tidak dikaitkan dengan latar belakang keluarga ataupun faktor non-institusional lainnya. Pemerintah, kata dia, sepenuhnya berfokus pada penguatan kualitas kebijakan pertahanan Indonesia.
“Tidak dikaitkan dengan latar belakang keluarga maupun faktor non-institusional lainnya,” katanya, dilansir Antara.
Para tenaga ahli tersebut nantinya akan menyumbangkan pemikiran strategis lintas disiplin yang menjadi bahan pertimbangan kolektif pimpinan Dewan Pertahanan Nasional, termasuk Menteri Pertahanan, dalam menjaga kepentingan strategis pertahanan negara.








