Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

Rupiah Menguat ke Rp16.831 di Tengah Kabar Baik Inflasi AS, Ini Prediksi Analis

×

Rupiah Menguat ke Rp16.831 di Tengah Kabar Baik Inflasi AS, Ini Prediksi Analis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Uang Rupiah/Freepik

Solusiindonesia.com — Mata uang Garuda menunjukkan taringnya pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Nilai tukar (kurs) Rupiah terpantau menguat tipis terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin pagi, merespons rilis data inflasi Paman Sam yang lebih bersahabat dari ekspektasi pasar.

Berdasarkan data pasar uang di Jakarta, Rupiah dibuka naik 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp16.831 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang domestik ini sempat bertengger di posisi Rp16.836 per dolar AS.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman, menjelaskan bahwa pendorong utama penguatan Rupiah kali ini adalah data inflasi AS yang berada di bawah proyeksi para analis.

“Rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terhadap Dolar AS yang sedang melemah akibat data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan,” ujar Lukman dikutip ANTARA, Senin, (16/2/2026).

Berikut adalah rincian data inflasi AS yang menjadi sentimen positif pasar:

  • Inflasi MoM (Bulanan): Naik 0,2%, lebih rendah dari perkiraan semula sebesar 0,3%.
  • Inflasi YoY (Tahunan): Turun dari 2,7% menjadi 2,4%, mengalahkan ekspektasi pasar yang mematok angka 2,5%.

Menurut Lukman, mendinginnya inflasi di Amerika Serikat ini dipicu oleh mulai menghilangnya dampak penerapan tarif yang sebelumnya sempat melambungkan harga-harga.

Faktor Penghambat: Sentimen Domestik Masih Bayangi Rupiah
Meski bergerak di zona hijau, Lukman mewanti-wanti bahwa ruang penguatan Rupiah mungkin akan terbatas. Ada beberapa “beban” domestik dan data eksternal lain yang menahan laju apresiasi lebih jauh, di antaranya:

  • Isu Kredit & Investasi: Adanya penurunan peringkat kredit (credit rating) serta tuntutan float dari MSCI.
  • Kondisi Fiskal: Defisit anggaran yang masih menjadi sorotan investor.
  • Kebijakan Moneter: Prospek pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI).
  • Data NFP yang Kuat: Pelemahan Dolar AS tertahan oleh data Non-Farm Payrolls (NFP) yang dirilis beberapa hari lalu, yang menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih sangat solid.

Prediksi Kurs Rupiah Hari Ini
Melihat dinamika antara sentimen global yang positif dan tantangan domestik yang masih ada, pergerakan nilai tukar hari ini diperkirakan akan tetap fluktuatif namun terjaga.

Prediksi Analis: Kurs Rupiah diproyeksikan bergerak di rentang Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.