Solusiindonesia.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memberikan peringatan keras terkait pelaksanaan program Mudik Gratis 2026. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menegaskan bahwa tiket program ini bersifat personal dan dilarang keras untuk diperjualbelikan atau dipindahtangankan kepada pihak mana pun.
Langkah tegas ini diambil guna menjamin ketertiban administrasi serta memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan akses transportasi aman menuju kampung halaman.
“Tiket dilarang untuk diperjualbelikan atau dipindahtangankan kepada pihak lain,” ujar Syafrin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/2).
Jadwal Pendaftaran Berdasarkan Kluster Tujuan
Pendaftaran akan dibuka mulai 22 Februari 2026 secara daring (online) melalui portal resmi mudikgratis.jakarta.go.id. Untuk menghindari penumpukan data, Dishub membagi pendaftaran ke dalam tiga kluster wilayah:
Kluster Tanggal Pendaftaran Kota Tujuan Kluster 1 22 – 24 Februari Solo, Tasikmalaya, Palembang, Madiun, Sragen, Cilacap Kluster 2 25 – 27 Februari Yogyakarta, Kuningan, Lampung, Tegal, Kebumen, Jombang, Pekalongan Kluster 3 28 Feb – 2 Maret Wonogiri, Kediri, Malang, Wonosobo, Purwokerto, Semarang, Sidoarjo
Alur Verifikasi dan Aturan Ketat “Double Input”
Setelah berhasil mendaftar secara daring, calon pemudik wajib melakukan verifikasi fisik dengan membawa fotokopi dokumen administrasi ke lokasi yang telah ditentukan. Menariknya, sistem tahun ini semakin canggih; jika ditemukan pendaftaran ganda pada program mudik instansi lain, sistem akan membatalkan kepesertaan secara otomatis.
Jadwal Verifikasi Fisik:
- Kluster 1: 25 – 27 Februari 2026
- Kluster 2: 28 Februari – 2 Maret 2026
- Kluster 3: 3 – 5 Maret 2026
Fasilitas Pengangkutan Sepeda Motor
Selain menyediakan armada bus untuk penumpang, Pemprov Jakarta juga menyiapkan truk khusus untuk mengangkut sepeda motor pemudik. Hal ini bertujuan untuk menekan angka pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua di jalan raya demi keamanan dan kenyamanan bersama.
Syafrin berharap program ini dapat menjadi solusi bagi warga Jakarta untuk merayakan Idul Fitri 1447 H di kampung halaman dengan penuh kebahagiaan tanpa kendala biaya transportasi.







