Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

Prabowo Siap Mediasi Konflik Iran-AS-Israel, Jusuf Kalla Beri Peringatan Keras

×

Prabowo Siap Mediasi Konflik Iran-AS-Israel, Jusuf Kalla Beri Peringatan Keras

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto tanda tangani Piagam Perdamaian Gaza. Foto: Tangkapan layar Youtube

Solusiondonesia.com — Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung menjadi mediator di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Namun, inisiatif ini mendapat catatan kritis dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK).

Jusuf Kalla menilai bahwa niat Presiden Prabowo untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai adalah langkah yang positif. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa skala konflik kali ini sangat masif dan melibatkan kepentingan kekuatan besar dunia yang sulit ditembus.

“Ini situasi yang jauh lebih besar masalahnya. Palestina dengan Israel saja sulit didamaikan karena dunia sangat ditentukan oleh sifat dan sikap Amerika,” ujar JK di Jakarta Selatan, dikutip detikcom Minggu (1/3/2026).

JK juga menyoroti posisi tawar Indonesia di mata internasional. Ia menyinggung adanya sejumlah perjanjian antara Indonesia dan AS yang dianggapnya tidak seimbang. Menurutnya, ketimpangan posisi ini bisa menjadi hambatan dalam proses negosiasi yang setara.

Selain sisi diplomasi, Jusuf Kalla menggarisbawahi dampak nyata yang akan dirasakan masyarakat Indonesia jika konflik ini berkepanjangan:

  • Lonjakan Harga BBM: Terganggunya stabilitas di Timur Tengah hampir dipastikan memicu kenaikan harga minyak mentah dunia.
  • Gangguan Logistik: Jalur perdagangan dan distribusi barang antara Indonesia dan kawasan tersebut terancam terputus.
  • Hambatan Ekspor: Ketakutan global akan mengganggu arus ekspor Indonesia ke wilayah Eropa.
  • Krisis Energi: Mengingat Indonesia masih mengandalkan impor minyak dari Timur Tengah, penghentian pasokan akan memukul sektor ekonomi domestik.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) menegaskan bahwa Presiden Prabowo sangat serius dalam upaya menciptakan kondisi keamanan yang kondusif. Jika mendapatkan lampu hijau dari kedua belah pihak yang bertikai, Prabowo siap bertolak ke Teheran untuk memfasilitasi dialog.

Langkah ini pun telah mendapat apresiasi dari Kedutaan Besar Iran di Jakarta, yang memandang positif peran aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Ringkasan Poin Penting

AspekDetail Informasi
Inisiatif PresidenMenjadi mediator konflik Iran vs AS-Israel.
Kritik JKKompleksitas konflik global dan ketidaksetaraan posisi tawar.
Risiko UtamaKenaikan harga minyak dan gangguan impor energi.
Status MediasiMenunggu persetujuan pihak terkait untuk kunjungan ke Teheran.