Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

Fakta Baru Ijazah Jokowi: Rismon Sianipar Temui Presiden ke-7 di Solo untuk Minta Maaf

×

Fakta Baru Ijazah Jokowi: Rismon Sianipar Temui Presiden ke-7 di Solo untuk Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Rismon Sianipar. Foto: Tangkapan Instagram

Solusiindonesia.com — Dinamika kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), memasuki babak baru. Rismon Hasiholan Sianipar, yang sebelumnya menjadi tersangka dalam pusaran kasus ini, secara mengejutkan mendatangi kediaman Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo, pada Kamis (12/3/2026).

Kedatangan Rismon bertujuan untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung sekaligus memaparkan temuan riset terbarunya yang membuktikan keabsahan dokumen pendidikan sang mantan presiden.

Temuan Ilmiah: Mengapa Ijazah Jokowi Asli?
Sebagai seorang peneliti, Rismon mengaku telah melakukan kajian mendalam selama dua bulan terakhir untuk memvalidasi data yang sebelumnya ia ragukan. Dalam konferensi pers usai pertemuan, ia memaparkan beberapa poin kunci:

  • Penggunaan Emboss dan Watermark: Rismon mengonfirmasi bahwa ijazah analog milik Jokowi memiliki fitur pengaman berupa emboss (cetak timbul) dan watermark (tanda air).
  • Absensi Hologram Bukan Bukti Palsu: Ia mengklarifikasi bahwa pada tahun kelulusan Jokowi dari UGM, teknologi hologram memang belum digunakan sebagai standar pengaman ijazah.
  • Komparasi Independen: Temuan ini didapat setelah membandingkan ijazah Jokowi dengan ijazah lulusan UGM lainnya di periode yang sama.

“Secara metodologi, keaslian itu harus dijawab dengan objektivitas riset, bukan sekadar narasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tegas Rismon.

Klarifikasi Hubungan dengan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Rismon juga menegaskan bahwa penelitian yang ia tuangkan dalam buku “Jokowi White’s Paper” setebal 700-an halaman adalah karya independen. Ia menjauhkan diri dari keterkaitan analisis dengan tokoh lain yang sering vokal dalam isu serupa.

“Buku tersebut adalah tulisan independen. Antara saya, Pak Roy Suryo, dan Bu Tifa tidak ada ketergantungan. Objek kajian kami berbeda, dan saya bertanggung jawab atas hasil metodologi saya sendiri,” tambahnya.

Permohonan Maaf kepada Publik
Selain menemui Jokowi, Rismon menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk integritas seorang akademisi yang berani mengoreksi temuan sebelumnya jika terbukti keliru di lapangan.

Pertemuan tersebut dikabarkan berlangsung dalam suasana yang bersahabat. Rismon bahkan membawa bingkisan berupa Naniarsik dan kain Ulos sebagai simbol penghormatan dan perdamaian menurut adat Batak.

Kasus ijazah Jokowi kini mendapat titik terang melalui pembuktian metodologis dari pihak yang sebelumnya melayangkan tudingan. Langkah Rismon Sianipar ini diharapkan dapat meredam kegaduhan spekulasi yang selama ini beredar di media sosial.