Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

Batujajar Jadi Saksi, Presiden Prabowo Lantik Wakil Panglima TNI Baru

×

Batujajar Jadi Saksi, Presiden Prabowo Lantik Wakil Panglima TNI Baru

Sebarkan artikel ini
Batujajar Jadi Saksi, Presiden Prabowo Lantik Wakil Panglima TNI Baru/tangkapan layar Youtube

Solusiindonesia.com- Dalam sebuah momen bersejarah bagi dunia pertahanan Indonesia, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus TNI AD, Batujajar, Minggu (10/8/2025).

Kehadiran Presiden Prabowo di Lapangan Suparlan menandai momentum penting dalam transformasi besar TNI, baik dari sisi struktur organisasi maupun semangat kebangsaan.

Presiden tiba dengan mengenakan pakaian safari dan kopiah hitam khas, didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Upacara ini bukan hanya seremoni formal, tetapi menjadi wujud konkret penguatan institusi pertahanan negara.

Dalam rangkaiannya, Presiden Prabowo melantik Letjen TNI Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima TNI, serta mengukuhkan para pimpinan matra strategis, termasuk Letjen TNI Djon Afriandi sebagai Panglima Kopassus dan Marsekal Madya TNI Deny Muis sebagai Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat TNI AU.

Langkah signifikan juga ditandai dengan peluncuran organisasi baru TNI, di antaranya enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru dan pembentukan satuan elit tambahan. Ini mencerminkan pendekatan teritorial modern sekaligus pemerataan kehadiran TNI di seluruh wilayah Indonesia.

Tak hanya itu, Presiden juga memberikan penghargaan kehormatan kepada sejumlah purnawirawan dan tokoh nasional yang berjasa besar, seperti pemberian pangkat Jenderal Kehormatan kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala BIN M. Herindra, serta Bintang Sakti kepada pahlawan Operasi Mapenduma 1996, Letda (Purn.) Darius Bayani.

Pelibatan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta seluruh jajaran Kabinet Merah Putih yang tampil dengan seragam loreng menunjukkan simbol solidaritas dan komitmen penuh pemerintah terhadap pertahanan nasional. Acara ditutup dengan demonstrasi kekuatan pasukan gabungan tiga matra TNI, disaksikan pula oleh pimpinan lembaga tinggi negara seperti Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin.

Dari sudut pandang kebijakan nasional, pelantikan dan pembentukan satuan-satuan baru ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk menjawab tantangan geopolitik dan menjaga kedaulatan negara di tengah dinamika kawasan Indo-Pasifik.

Langkah Presiden Prabowo mencerminkan kesinambungan visi pertahanan yang selama ini ia dorong, yakni modernisasi alutsista, peningkatan kapasitas personel, serta reposisi TNI agar semakin responsif terhadap kebutuhan nasional dan global.

Bagi rakyat Indonesia, momen ini juga mempertegas komitmen pemerintah dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI serta memberikan rasa aman kepada seluruh lapisan masyarakat, dari Sabang sampai Merauke.