Solusiindonesia.com — Kembali menunjukkan langkah, Holding BUMN tambang, MIND ID, melakukan hilirisasi batu bara melalui peluncuran produk pupuk kalium humat oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Produk ini diklaim mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga 30 persen dan menjadi alternatif pupuk hayati yang lebih ramah lingkungan dibanding pupuk kimia.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyebutkan bahwa inovasi ini adalah hasil kolaborasi riset dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) sejak 2023. Proyek ini dikembangkan dari batu bara kalori rendah yang diolah menjadi pupuk dan pembenah tanah, dengan kapasitas produksi awal mencapai 144 ton per tahun.
“Inilah bukti bahwa hilirisasi mineral Indonesia tidak hanya fokus pada industri, tetapi juga menyentuh kebutuhan strategis seperti pangan,” ujar Maroef dalam keterangannya, Jumat (22/8/2025).
Namun, sejumlah pengamat mempertanyakan efektivitas jangka panjang dan dampak lingkungan dari pemanfaatan batu bara, bahkan dalam bentuk produk turunan seperti pupuk hayati. Meski secara teknis kalium humat dapat meningkatkan kesuburan tanah, potensi dampak residu dari bahan dasar batu bara masih membutuhkan kajian lebih lanjut.
Selain itu, proyek hilirisasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai skala dan distribusi. Apakah produksi 144 ton per tahun cukup untuk menjawab kebutuhan petani secara nasional, dan apakah teknologi ini benar-benar bisa menjadi solusi berkelanjutan bagi ketahanan pangan?
Di sisi lain, pemerintah saat ini tengah mendorong industrialisasi berbasis sumber daya lokal melalui strategi hilirisasi. Dalam konteks tersebut, langkah MIND ID dinilai selaras dengan agenda besar menuju Indonesia Emas 2045.
Namun, keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari munculnya produk baru, melainkan juga dari kemampuan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya petani kecil.
“Yang perlu diawasi adalah bagaimana program ini menjangkau petani di lapangan, bukan hanya sekadar proyek pilot. Transparansi distribusi dan evaluasi dampak sosial-lingkungan juga penting,” ujar seorang peneliti kebijakan energi yang enggan disebutkan namanya.
MIND ID sendiri berkomitmen melanjutkan penciptaan nilai tambah dari sumber daya alam melalui hilirisasi dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dunia pendidikan dan pertanian.






