Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

Eskalasi Sosial Memanas: Rumah Ahmad Sahroni Dikabarkan Dijarah, Aksi Berlanjut di Kediaman Sri Mulyani

×

Eskalasi Sosial Memanas: Rumah Ahmad Sahroni Dikabarkan Dijarah, Aksi Berlanjut di Kediaman Sri Mulyani

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar suasana kericuhan di depan rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani/Instagram

Solusiindonesia.com – Eskalasi sosial di ibu kota semakin memanas dengan munculnya serangkaian aksi yang menyasar kediaman tokoh publik. Setelah rumah anggota DPR RI Ahmad Sahroni didatangi demonstran, kini beredar kabar bahwa rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi sasaran penjarahan.

Kabar mengenai penjarahan rumah Sri Mulyani mencuat melalui media sosial, seperti unggahan di akun TikTok @infoxxxxco.id dan Instagram @xxxc_ciledug. Dalam unggahan tersebut, terlihat sejumlah orang mengambil barang-barang dari rumah yang diduga milik Sri Mulyani di kawasan Bintaro.

Peristiwa ini dikabarkan terjadi pada dini hari, sekitar pukul 01.40 WIB. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Keuangan terkait kebenaran dan kronologi kejadian tersebut.

Sebelumnya, aksi protes juga terjadi di kediaman Ahmad Sahroni di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (30/8/2025).

Sejumlah massa mendatangi rumah legislator dari Fraksi Partai Nasdem itu sebagai bentuk protes atas pernyataannya yang dinilai menyudutkan aspirasi masyarakat. Aksi yang berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB itu dilakukan secara singkat dan damai.

Massa menyuarakan kekecewaan terhadap pernyataan Sahroni yang menyebut seruan pembubaran DPR sebagai tindakan bodoh. Pernyataan tersebut disampaikan Sahroni saat kunjungan kerja ke Polda Sumatera Utara pada Jumat (22/8/2025).

Menanggapi polemik yang berkembang, Fraksi Partai Nasdem telah mencopot Ahmad Sahroni dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Kedua peristiwa ini aksi protes di rumah Sahroni dan kabar penjarahan di rumah Sri Mulyani menandakan eskalasi situasi sosial yang patut menjadi perhatian.

Belum ada konfirmasi resmi mengenai motif di balik kedua kejadian ini, namun sejumlah pihak menduga bahwa hal ini merupakan cerminan dari meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah dan kinerja para pejabat publik.

Pihak berwenang diharapkan segera melakukan investigasi mendalam terkait kedua peristiwa ini, serta mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah terjadinya aksi serupa di masa mendatang. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.