Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

DPR Akan Evaluasi Tunjangan, Presiden Prabowo: Langkah Responsif Terhadap Aspirasi Rakyat

×

DPR Akan Evaluasi Tunjangan, Presiden Prabowo: Langkah Responsif Terhadap Aspirasi Rakyat

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto / foto: setkab

Solusiindonesia.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pimpinan DPR RI tengah mempersiapkan langkah untuk mencabut sejumlah kebijakan yang dinilai tidak selaras dengan aspirasi publik, termasuk tunjangan anggota DPR dan kebijakan kunjungan kerja ke luar negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (31/08/2025),

usai pertemuan dengan sejumlah ketua umum partai politik dan pimpinan lembaga negara.

“Para pimpinan DPR menyampaikan akan melakukan pencabutan beberapa kebijakan DPR RI, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri,” kata Presiden.

Langkah ini disebut Presiden sebagai bentuk respons cepat atas dinamika dan suara masyarakat yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir, terutama menyangkut isu kepekaan para wakil rakyat terhadap situasi sosial ekonomi.

Lebih lanjut, Presiden juga menyampaikan bahwa ketua umum partai politik telah mengambil sikap tegas terhadap kader-kadernya di DPR yang dinilai tidak mencerminkan sikap negarawan.

“Langkah tegas yang diambil para ketua umum partai adalah mencabut keanggotaan mereka dari DPR RI,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan pentingnya para anggota dewan memiliki kepekaan terhadap suara rakyat dan menjaga integritas sebagai representasi publik.

“Para pimpinan DPR juga telah berbicara, dan para ketua umum partai juga menyampaikan melalui ketua fraksi masing-masing bahwa anggota DPR harus selalu peka dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, hadir sejumlah tokoh nasional antara lain Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamuddin, serta para pimpinan partai politik seperti Muhaimin Iskandar, Surya Paloh, Zulkifli Hasan, Bahlil Lahadalia, Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Muhammad Kholid.

Pertemuan itu menjadi sorotan publik sebagai bentuk konsolidasi nasional menyikapi isu representasi politik dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.

Image Slide 1