Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

Terungkap! Alasan Kemenkeu ‘Obrak-Abrik’ Pola CPNS 2026: Lulusan SMA Jadi Solusi?”

×

Terungkap! Alasan Kemenkeu ‘Obrak-Abrik’ Pola CPNS 2026: Lulusan SMA Jadi Solusi?”

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Kementerian Keuangan tengah menyiapkan perubahan signifikan dalam pola rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026.

Untuk pertama kalinya sejak formasi Kemenkeu semakin dominan diisi alumni Politeknik Keuangan Negara STAN, pemerintah kembali membuka pintu seleksi bagi pelamar jalur umum, termasuk lulusan SMA.

Keputusan itu diumumkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai rapat internal di Kantor Kemenkeu, Jumat, (14/11/ 2025).

Purbaya menyebut pola baru ini sebagai “rekrutmen hybrid”-menggabungkan jalur STAN dan non-STAN dalam satu skema penerimaan.

“Hybrid itu diperlukan agar kebutuhan pegawai terpenuhi. Ada STAN, ada luar STAN,” kata Purbaya. Sesuai yang dilansir oleh Kompas.com

Meski demikian, ia memastikan jalur STAN tidak akan ditinggalkan. Porsi penerimaan masih menunggu formula yang disusun bersama Kementerian PANRB, yang hingga kini belum mengeluarkan angka final kebutuhan pegawai.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menyebut kekurangan petugas lapangan sudah terasa sejak dua tahun terakhir. Banyak titik pengawasan terutama di pelabuhan kecil dan wilayah pulau terluar- beroperasi dengan jumlah personel jauh di bawah kebutuhan.

Karena itu, rekrutmen 300 lulusan SMA dinilai sebagai langkah darurat untuk menutup celah pengawasan. Membutuhkan tenaga yang mobile dan bisa ditempatkan cepat.

Purbaya membenarkan kondisi itu. Menurut dia, tidak semua tugas DJBC membutuhkan latar belakang teknis tinggi. Petugas lapangan hanya memerlukan pelatihan dasar dan pengetahuan awal mengenai prosedur bea cukai.

Pembukaan jalur umum ini terjadi di tengah lonjakan jumlah pegawai yang akan pensiun dalam lima tahun ke depan. Berdasarkan data Human Resources Information System (HRIS), lebih dari 5.700 pegawai Kemenkeu akan memasuki masa pensiun pada 2025-2029. Dalam periode yang sama, sekitar 2.010 pegawai diproyeksikan keluar karena mutasi, penugasan antarinstansi, atau mengundurkan diri.

Kondisi tersebut menjadi dasar munculnya kebijakan rekrutmen besar-besaran yang tertuang dalam PMK Nomor 70 Tahun 2025 tentang Renstra Kemenkeu. Pemerintah menargetkan 19.500 formasi CASN hingga 2029-angka yang belum pernah dibuka dalam satu periode perencanaan sebelumnya.

Kemenkeu belum mengumumkan waktu pasti pembukaan pendaftaran CPNS 2026. Hingga kini, kementerian masih menunggu finalisasi formasi dari Kementerian PANRB

Image Slide 1