Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Teknologi

YouTube Tutup Celah ‘Background Play’ Gratis di Browser Pihak Ketiga

×

YouTube Tutup Celah ‘Background Play’ Gratis di Browser Pihak Ketiga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi YouTube. Foto: Freepik

Solusiindonesia.com — YouTube semakin memperketat ruang gerak bagi pengguna yang mencari cara alternatif untuk menikmati fitur premium tanpa berlangganan. Raksasa platform video ini dilaporkan mulai memblokir kemampuan pemutaran latar belakang (background play) yang selama ini bisa diakses secara cuma-cuma melalui browser pihak ketiga.

Langkah ini diambil setelah adanya temuan bahwa pengguna browser seperti Brave, Vivaldi, dan Samsung Internet masih bisa memutar video di latar belakang—fitur yang seharusnya menjadi hak eksklusif pelanggan YouTube Premium.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari GSMarena, pihak YouTube menegaskan komitmen mereka untuk menyeragamkan pengalaman pengguna di seluruh platform.

“Pemutaran latar belakang adalah fitur eksklusif bagi anggota YouTube Premium. Kami telah memperbarui sistem untuk memastikan konsistensi di seluruh platform kami,” tulis pernyataan perusahaan tersebut.

Bukan rahasia lagi jika YouTube sedang gencar memperluas basis pelanggan berbayar mereka. Mengutip laporan Android Authority, tindakan tegas ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kebijakan agresif YouTube dalam setahun terakhir.

Beberapa langkah “pembersihan” yang telah dilakukan YouTube antara lain:

  • Blokir Ad-Blocker: Menindak tegas penggunaan pemblokir iklan yang sempat membuat situs terasa “lambat” atau error.
  • Optimalisasi Browser: Memastikan fitur-fitur khusus tidak bocor melalui celah teknis di peramban seluler.
  • Bagi pengguna yang selama ini mengandalkan shortcut melalui browser seluler untuk mendengarkan musik atau podcast sambil membuka aplikasi lain, pembaruan ini dipastikan akan memutus akses tersebut. YouTube ingin memastikan bahwa satu-satunya jalan resmi untuk menikmati konten tanpa gangguan di latar belakang adalah melalui skema langganan resmi.

Langkah ini diprediksi akan menuai beragam reaksi di media sosial, namun bagi Google, ini adalah bagian dari upaya menjaga ekosistem pendapatan dari sisi layanan berlangganan.

Image Slide 1