Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
TeknologiInternasional

Turki Resmi Bangun Dua Kapal Cepat Rudal KCR-70M untuk TNI AL

×

Turki Resmi Bangun Dua Kapal Cepat Rudal KCR-70M untuk TNI AL

Sebarkan artikel ini
Suasana peletakan lunas menjadi penanda penting dalam kerja sama strategis antara Indonesia dan Turki di sektor pertahanan laut (foto istimewa).

Solusiindonesia.com – Proses pembangunan dua unit Kapal Cepat Rudal (KCR) KCR-70M untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) resmi dimulai dengan upacara peletakan lunas yang digelar di Galangan Kapal Sefine, Yalova, Turki, pada Rabu (17/7/2025) lalu. Acara ini menjadi penanda penting dalam kerja sama strategis antara Indonesia dan Turki di sektor pertahanan laut.

Diunggah dari website resmi “Teknologi & Strategi Militer”, peletakan lunas tersebut merupakan bagian dari implementasi kontrak pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan konsorsium TAIS Shipyard. Proyek ini dimulai secara seremonial sejak 30 Oktober 2024, dan kini memasuki fase konstruksi dua kapal dengan kode NB74 dan NB75.

Turut hadir dalam upacara tersebut, Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, yang secara langsung menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pertahanan maritim nasional.

“Kapal-kapal misi tempur penuh ini, yang dibangun bekerja sama dengan mitra Turki kami, akan bergabung dengan armada Angkatan Laut Indonesia dalam tahun depan untuk memperkuat pertahanan maritim dan menegakkan kedaulatan nasional,” ujar Duta Besar dalam sambutannya.

Dirancang untuk Operasi Tempur dan Patroli Laut

KCR-70M merupakan varian modifikasi dari desain Fast Attack Craft Missile (FACM)-70 milik Sefine Shipyard. Kapal sepanjang 70 meter ini dirancang untuk mampu menjalankan berbagai misi tempur, termasuk intelijen, pengawasan dan pengintaian (ISR), peperangan anti-permukaan dan anti-udara, serta operasi malam hari dan kondisi cuaca ekstrem.

Selain menjalankan peran tempur, KCR-70M juga diproyeksikan untuk mendukung operasi permukaan, menghadapi ancaman asimetris, dan terlibat dalam misi pencarian dan penyelamatan (SAR) di zona konflik atau sekitarnya.

Spesifikasi Teknis KCR-70M

  • Panjang: 70 meter
  • Lebar: 11,8 meter
  • Draught: 2,85 meter
  • Bobot Perpindahan: 850 ton
  • Kecepatan Maksimum: >40 knot
  • Jarak Jangkau: 1.600 mil laut
  • Daya Tahan Operasi (Endurance): 7 hari
  • Sistem Propulsi:3 unit Waterjet2 Mesin Diesel Laut1 Turbin Gas
    Sistem Navigasi dan Sensor:
  • Radar Navigasi DGPS, Echosounder, Gyro/INS, EM-LOG
  • W-ECDIS, W-AIS
  • Radar Pengawasan 3D Udara dan Permukaan, IFF, R-ESM
  • Sistem Pengintaian Elektro-Optik
  • Radar Kontrol Tembak
  • Sensor Meteorologi
    Komunikasi dan Data:
  • Sistem Komunikasi Terpadu
  • HF TxRx, HF Rx, U/VHF TxRx, SATCOM
  • Tactical Data Link
    Persenjataan:
  • Meriam Utama 76 mm
  • 2 peluncur rudal anti-kapal (2 x 4 SSM)
  • CIWS
  • 2 senapan mesin berat 12,7 mm
  • Sistem Peluncur Umpan (Decoy Launching System)

Menuju Armada Laut yang Lebih Modern dan Tangguh

Pembangunan KCR-70M menjadi bagian dari program modernisasi alutsista nasional, khususnya dalam memperkuat kekuatan laut TNI AL dalam menghadapi tantangan geopolitik dan menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.
Kapal ini dijadwalkan akan diserahterimakan dan bergabung dengan armada TNI AL dalam waktu satu tahun ke depan. Diharapkan, kerja sama ini juga membuka peluang lebih luas dalam bidang alih teknologi dan peningkatan kemampuan industri pertahanan dalam negeri di masa depan. (*)