Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

Mensos Gus Ipul: Kolaborasi Daerah Kunci Sukses Program Prioritas Presiden Prabowo

×

Mensos Gus Ipul: Kolaborasi Daerah Kunci Sukses Program Prioritas Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
Mensos Gus Ipul / foto : Instagram

Solusiindonesia.com — Pemerintah melalui Kementerian Sosial mengajak para kepala daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam menyukseskan tiga program prioritas nasional yang menjadi mandat Presiden Prabowo Subianto, yakni pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), pengembangan Sekolah Rakyat, serta penguatan program bantuan sosial berbasis pemberdayaan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa ketiga program ini membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Ada tiga mandat prioritas Presiden Prabowo di Kemensos. Ini perlu ditindaklanjuti bersama,” ujar Gus Ipul dalam audiensi bersama sejumlah kepala daerah di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Sesuai yang dilansir oleh Antaranews

Audiensi tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Bupati Bandung Dadang Supriatna, Bupati Tulang Bawang Barat Nopriawan Jaya, serta Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib.

Gus Ipul menjelaskan bahwa DTSEN yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan basis data tunggal pertama yang digunakan dalam era pemerintahan Prabowo. Data ini berfungsi sebagai acuan seluruh program sosial, termasuk bantuan dan pemberdayaan masyarakat.

“Tidak boleh ada intervensi bansos yang menggunakan data lain, kecuali DTSEN,” tegas Mensos.

Ia menambahkan bahwa proses pemutakhiran data akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan dan perlu divalidasi bersama pemerintah daerah agar lebih akurat.

Program Sekolah Rakyat juga menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut. Mensos mengungkapkan bahwa setelah rintisan Sekolah Rakyat dimulai, pemerintah akan membangun gedung permanen mulai 2026.

“Kita bikin sekolah rintisan, kita bangun 2026. Mari kita kerja sama,” ujarnya.

Sejumlah kepala daerah menyambut baik inisiatif tersebut. Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menyatakan pihaknya telah menyiapkan lahan untuk pembangunan gedung permanen dan akan mengajukan tambahan lokasi untuk program rintisan.

Hal serupa juga disampaikan oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna, yang menyebutkan dua lokasi telah disiapkan di Ciwidey dan Baleendah dengan luas delapan hektare. Sementara itu, Bupati Tulang Bawang Barat mengusulkan lahan seluas lima hektare yang diharapkan dapat disurvei segera oleh Kemensos.

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo, Gus Ipul juga menekankan pentingnya pendekatan pemberdayaan dalam mengatasi kemiskinan, bukan hanya bantuan langsung. Pemerintah telah membentuk Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat sebagai bentuk keseriusan dalam transformasi kebijakan sosial.

“Presiden ingin pemberdayaan diperkuat. Graduasi dari bantuan menuju kemandirian menjadi kunci,” ujar Mensos.

Ia juga menyebut bahwa prioritas utama saat ini adalah mengentaskan masyarakat di desil 1 dan 2 dalam DTSEN, termasuk perbaikan rumah dan program pemberdayaan lainnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib melaporkan bahwa Sekolah Rakyat di Kabupaten Malang telah dibangun di Kecamatan Bantur, dan diharapkan dapat menjadi sarana untuk memutus rantai kemiskinan.

“Sekolah ini akan menjadi investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,” ucapnya.