Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Gencatan Senjata Diuji: Israel Lancarkan Serangan, 104 Orang Gaza Meninggal Dunia

×

Gencatan Senjata Diuji: Israel Lancarkan Serangan, 104 Orang Gaza Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Kondisi warga Gaza yang tewas karena diserang Israel / foto: x

Solusiindonesia.com — Militer Israel menyatakan bahwa gencatan senjata kembali diberlakukan di Jalur Gaza. Pada Rabu (29/10/2025)

Setelah Sebelumnya melancarkan serangan udara besar-besaran yang menewaskan sedikitnya 104 orang, termasuk 66 perempuan dan anak-anak, berdasarkan laporan pejabat kesehatan Palestina.

Dikutip dari AP News, serangan tersebut menjadi yang paling mematikan sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, menandai tantangan paling serius terhadap kesepakatan gencatan senjata yang masih rapuh.

Pengeboman itu menunjukkan kesiapan Israel untuk menindak keras dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Hamas, sementara kelompok militan tersebut membantah tuduhan itu dan menuding Israel sebagai pihak yang melanggar perjanjian.

Usai mengumumkan pemulihan gencatan senjata, militer Israel kembali melakukan serangan udara di Gaza utara, menargetkan lokasi yang disebut sebagai tempat penyimpanan senjata untuk serangan mendatang.

Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza melaporkan telah menerima dua jenazah akibat serangan tersebut.

Aksi kekerasan terbaru ini meningkatkan tekanan dari Amerika Serikat untuk mempertahankan kesepakatan gencatan senjata.

Presiden AS Donald Trump menyatakan dukungan terhadap serangan Israel, namun menegaskan bahwa eskalasi ini tidak boleh menggagalkan gencatan senjata yang sedang berlaku.

Israel mengklaim bahwa serangan semalam merupakan tindakan balasan atas penembakan yang menewaskan seorang tentaranya di Rafah, wilayah paling selatan Gaza. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga menuduh Hamas melanggar kesepakatan terkait penyerahan jenazah sandera.

Sebaliknya, Hamas membantah keterlibatan dalam penembakan tersebut dan menuding Israel telah melakukan “pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata”.

Kelompok itu juga mengumumkan akan menunda penyerahan jenazah sandera lainnya kepada Israel sebagai bentuk protes atas serangan tersebut.

Serangan udara yang terjadi pada Rabu(29/10) dini hari menghantam bangunan dan kamp pengungsian yang menampung banyak keluarga terlantar. Ambulans dan truk jenazah memadati area rumah sakit, sementara di Deir al-Balah, korban dibawa dengan tandu maupun kasur.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan 104 korban tewas, termasuk 20 perempuan dan 46 anak-anak, serta 253 orang luka-luka, sebagian besar merupakan warga sipil.

Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut telah menyerang puluhan target Hamas, seperti pos pengamatan, gudang senjata, posisi mortir, hingga jaringan terowongan.

Serangan itu diklaim menewaskan sejumlah komandan senior Hamas, termasuk 21 pejabat militer dari berbagai tingkatan.

Israel menegaskan bahwa mereka juga berhasil menewaskan komandan pasukan Nukhba, Hatem Maher Mousa Qudra, yang dituduh memimpin serangan terhadap Kibbutz Ein Hashlosha pada 7 Oktober 2023 serangan yang memicu perang antara Hamas dan Israel.