Solusiindonesia.com — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat kurang mampu. Pada Minggu (8/2), Bupati Sidoarjo, H. Subandi, turun langsung ke Kecamatan Gedangan untuk menyerahkan bantuan kursi roda sekaligus memastikan percepatan renovasi tiga Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkab Sidoarjo dalam menyediakan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi seluruh warga.
Sinergi Pemkab dan Baznas Percepat Renovasi RTLH
Dalam menjalankan program bedah rumah ini, Pemkab Sidoarjo menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk memangkas birokrasi sehingga proses renovasi bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Fokus perbaikan RTLH meliputi:
- Struktur Bangunan: Perbaikan atap, dinding, dan lantai yang sudah rapuh.
- Sanitasi Sehat: Pembuatan kamar mandi yang layak dan pembangunan septic tank standar kesehatan.
- Keamanan: Mengganti material bangunan yang tidak permanen menjadi struktur yang lebih kokoh.
Momen haru mewarnai kunjungan lapangan Bupati Subandi saat menyerahkan kursi roda kepada Muslikah, warga Desa Keboansikep. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas dan kemandirian penyandang disabilitas dalam beraktivitas sehari-hari.
Tak hanya itu, Bupati juga meninjau langsung kondisi tiga rumah yang akan segera dibedah, yakni:
- Rumah Lailatul Chusnah di Desa Gedangan.
- Rumah Suwito di Desa Sawotratap.
- Rumah Tatik Rahayu di Desa Sawotratap.
Saat menyambangi kediaman Suwito, Bupati menyoroti kondisi dinding rumah yang masih menggunakan triplek. “Kondisi kanan dan kiri masih dari triplek. Kami hadir bersama Wakil Ketua DPRD, Kadinsos, Baznas, dan Pak Camat. Mugi-mugi (semoga) segera ada perbaikan,” ujar Subandi.
Bupati Subandi menegaskan bahwa program ini tidak akan berhenti di sini. Baginya, hunian layak adalah fondasi utama bagi kesehatan dan keselamatan keluarga.
“Kami akan terus berupaya memastikan warga yang tidak mampu mendapatkan bantuan renovasi agar memiliki hunian yang nyaman, aman, dan sehat,” tegasnya.
Melalui integrasi bantuan sosial dan perbaikan infrastruktur pemukiman, Pemkab Sidoarjo optimis angka kemiskinan ekstrem dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat secara signifikan.







