Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Daerah

Ribuan Warga Pati Geruduk Demo di Alun-Alun, Desak Bupati Sudewo Lengser

×

Ribuan Warga Pati Geruduk Demo di Alun-Alun, Desak Bupati Sudewo Lengser

Sebarkan artikel ini
Demo di Alun-alun Pati, Jawa Tengah / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Masyarakat Pati hari ini menggelar demo terhadap Bupati Pati, Jawa Tengah. Pada Rabu, (13/08/2025)

Menurut keterangan Koordinator Posko Donasi, Teguh Istianto, demo ini akan diikuti lebih dari 100 ribu orang. Aksi ini dilakukan dengan satu tuntutan Utama yaitu, mendesak Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatannya.

Teguh juga mengatakan aksi atau demo ini tetap digelar karena masyarakat terlanjur kecewa atas kebijakan Bupati Sudewo, yang menimbulkan kontroversi selama kurang lebih 5 bulan menjabat sebagai Bupati.

Termasuk kenaikan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB P2) sebesar 250 persen meskipun pada akhirnya di batalkan.

Pihaknya memperkirakan massa yang hadir akan mencapai 100 ribu orang.

Teguh juga menyampaikan bahwa pihaknya menerima sumbangan hingga ribuan kardus air mineral, yang nantinya akan ditempatkan di sejumlah titik di sekitar Alun-alun Pati.

“Kalau diperkirakan ada 100 ribu massa. Karena kita itu dianggap mewakili mereka. Mereka berharap dengan kita. Setiap sore dan malam warga menunggu untuk menyampaikan aspirasi kepada kita,” ujarnya pada Selasa, (12/08/2025).


Untuk mengamankan jalannya aksi Masyarakat Pati Bersatu, Polresta Pati menurunkan 2.684 personel gabungan yang terdiri dari 14 polres jajaran, TNI, serta sejumlah instansi terkait.

Selain dari jajaran polres, pengamanan juga melibatkan Satbrimob Polda Jateng, Ditsamapta Polda Jateng, gabungan direktorat, bidang, dan satker Mapolda Jateng, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Damkar, serta pihak terkait lainnya.

“Pengamanan akan dilakukan secara profesional dan humanis. Kami tidak hanya fokus pada pengamanan massa, tetapi juga mengutamakan komunikasi yang baik agar situasi tetap terkendali tanpa gesekan,” kata Kepala Polresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi di Pati, Selasa (12/8/2025).

Jaka menegaskan seluruh petugas sudah mendapatkan pembekalan teknis dan mental sesuai SOP, termasuk penanganan potensi provokasi.

“Kami ingatkan peserta aksi maupun masyarakat untuk tidak membawa barang terlarang, seperti minuman keras, narkoba, senjata tajam, senjata api, bahan peledak, petasan, maupun benda yang berpotensi digunakan untuk merusak fasilitas umum. Kami akan bertindak cepat jika ditemukan pelanggaran. Semua ini demi keselamatan bersama dan kelancaran kegiatan,” tegasnya.

Polresta Pati juga berkoordinasi dengan koordinator aksi untuk menyepakati teknis pelaksanaan di lapangan. Pendekatan dialogis disebut sebagai kunci agar aspirasi tersampaikan dalam koridor hukum.

Pemetaan titik rawan dan rekayasa lalu lintas telah disusun guna mencegah kemacetan, dengan penempatan personel di persimpangan serta jalur utama. Selain itu, tim medis, pemadam kebakaran, dan tim pengurai massa juga disiagakan untuk mengantisipasi penumpukan maupun gesekan.

Seluruh kegiatan pengamanan akan didokumentasikan secara transparan demi memastikan akuntabilitas.

“Kami hormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, tetapi harus dilakukan sesuai aturan. Tugas kami adalah menjaga, melindungi, dan mengayomi. Gunakan pendekatan persuasif terlebih dahulu sebelum langkah penegakan hukum,” ujarnya

Image Slide 1