Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Daerah

Bentrok di Ambon Meletus, Bodewin dan Gubernur Hendrik Bersatu Himbau Warga Jangan Terprovokasi

×

Bentrok di Ambon Meletus, Bodewin dan Gubernur Hendrik Bersatu Himbau Warga Jangan Terprovokasi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Bentrokan antara warga desa Hunuth dan Desa Hitu di Kota Ambon, Maluku mengakibatkan 17 rumah hangus terbakar dan 200 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Data sementara ada 17 rumah terbakar. Lebih dari 200 jiwa saat ini kita tampung,” ujar Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena kepada wartawan, Selasa (19/8/2025).

Bodewin menambahkan, pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan terkait dampak bentrokan dua kelompok warga tersebut. Ia memastikan, rumah-rumah yang terbakar nantinya akan dibangun kembali oleh Pemerintah Kota Ambon.

“Pemkot Ambon segera membangun kembali rumah-rumah yang terbakar. Karena itu, jangan ada lagi yang memprovokasi, jangan ada lagi berupaya untuk memanas-manasi keadaan,” katanya.

Warga yang terdampak dari insiden tersebut di tamping dalam dua lokasi yang berbeda yakni di Desa Nania dan Desa Lama.

Pemerintahan Kota Ambon kini mendistribusikan kebutuhan untuk para pengungsi.

“Ada 200 lebih jiwa yang sementara kita tampung di Negeri (Desa) Nania dan di Negeri Lama. Semua sementara ditangani langsung oleh Dinas Sosial Kota Ambon. Ya, jadi kita memastikan bahwa baik pengungsi terkena dampak akan ditangani,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bodewin mengimbau seluruh pihak agar menahan diri dan tidak bertindak anarkis. Ia meminta kasus penikaman dan pembakaran rumah saat bentrokan diserahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan.

“Percayakan kepada aparat keamanan Polri-TNI, khususnya Polri untuk menyelidiki dan memproses pelaku penikaman. Saya mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan jangan main hakim sendiri. Ingat, kita ini hidup bersama,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, bentrokan pecah antara warga Desa Hunuth dan Desa Hitu di kawasan Durian Patah, Kecamatan Teluk Ambon, Selasa (19/8).

Kericuhan yang dipicu tawuran antarsiswa itu berujung satu orang tewas akibat ditikam.

“Ada penikaman yang kemudian memicu pembakaran rumah, tetapi sudah berhasil ditangani oleh pihak Damkar,” jelas Bodewin.

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa turut menyerukan perdamaian pasca-insiden bentrokan.

Ia menegaskan bentrokan yang dipicu tawuran antar pelajar SMK Negeri 3 Ambon hingga menewaskan satu siswa seharusnya menjadi pelajaran berharga.

Hendrik mengajak seluruh masyarakat menjaga kedamaian, tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama menciptakan suasana kondusif di kawasan simpang Hunut Durian Patah.

“Saya mengajak masyarakat Maluku untuk menahan diri dan memberi kepercayaan penuh kepada aparat keamanan dalam menangani kasus ini,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan menyesalkan peristiwa tragis tersebut yang dinilai merusak upaya pemerintah membangun harmoni sosial serta semangat orang basaudara.(*)