Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Daerah

Rano Karno :Warga Berhak Bersuara, Tapi Fasilitas Umum Harus di Jaga

×

Rano Karno :Warga Berhak Bersuara, Tapi Fasilitas Umum Harus di Jaga

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan dukungan terhadap kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, namun mengimbau agar aksi-aksi tersebut tidak berujung pada perusakan fasilitas umum.

“Kami mendukung semua aspirasi masyarakat Jakarta. Silakan kalau ada yang mau menyampaikan unek-unek. Hanya saya berharap, Gubernur juga berharap fasilitas jangan dirusak. Yang rugi kita, yang paling banyak ruginya adalah waktu, bukan hanya biaya,” ujar Rano Karno saat menghadiri kegiatan Jaga Jakarta di Halte Transjakarta Senen, Jakarta Pusat, Senin (1/9/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul terjadinya kerusakan pada sejumlah fasilitas publik akibat aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah titik di Ibu Kota dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah halte Transjakarta dan Stasiun MRT Jakarta dilaporkan mengalami kerusakan, vandalisme, hingga penjarahan oleh oknum tidak dikenal.

Data dari PT Transportasi Jakarta mencatat sebanyak 16 halte mengalami kerusakan, termasuk Halte Semanggi, Kampung Melayu, Jatinegara, dan Kwitang. Sementara itu, PT MRT Jakarta melaporkan Stasiun Istora menjadi salah satu titik yang terdampak cukup parah, dengan kaca-kaca pecah, CCTV rusak, hingga isi mesin penjual otomatis dijarah.

Rano mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga fasilitas publik yang dibangun dengan anggaran negara, dan mengingatkan pentingnya partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan kota.

“Mari kita sama-sama gotong royong jaga Jakarta, jaga kampung kita. Jangan sampai kerja keras kita selama ini sia-sia,” tegasnya.

Kegiatan Jaga Jakarta, yang merupakan bentuk gerakan gotong royong membersihkan dan memperbaiki fasilitas umum, telah berlangsung sejak Sabtu (30/8/2025).

Aksi ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sumber Daya Air, pengemudi ojek daring, pelajar, hingga warga setempat.

Sejumlah warga yang ikut serta dalam kegiatan ini mengaku prihatin atas kerusakan yang terjadi. Mereka berharap aspirasi masyarakat tetap dapat disampaikan secara damai tanpa mengorbankan fasilitas umum yang digunakan bersama.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku vandalisme dan perusakan fasilitas dalam aksi unjuk rasa tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait jumlah kerusakan secara keseluruhan maupun nilai kerugian yang ditimbulkan.