Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Daerah

Kades Kebonagung Madiun Diduga Aniaya Ketua PCNU Magetan, Polisi Ungkap Kronologi

×

Kades Kebonagung Madiun Diduga Aniaya Ketua PCNU Magetan, Polisi Ungkap Kronologi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi dugaan penganiyaan Ketua PCNU Magetan oleh Kades/freepik

Solusiindonesia.com — Kepala Desa (Kades) Kebonagung, Kecamatan Balerejo, Madiun, berinisial AS, tengah diselidiki polisi atas dugaan kasus penganiayaan terhadap Ketua PCNU Magetan, KH Susanto. Insiden ini terjadi usai korban mengisi ceramah keagamaan.

​Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Madiun saat ini tengah mendalami laporan tersebut dan membeberkan kronologi kejadian.

​Kronologi Dugaan Penganiayaan
​Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Agus Andi Anto Prabowo, menjelaskan bahwa dugaan penganiayaan terjadi pada 30 November 2025, usai KH Susanto menyampaikan ceramah dalam kegiatan Muslimat NU PAC Balerejo.

​”Saat itu korban hendak berpamitan ke pak Kades,” kata AKP Agus Andi Anto Prabowo pada Senin, (8/12/2025) seperti dikutip detik.

Menurut keterangan yang dihimpun polisi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 WIB. Korban, yang datang mengisi acara atas undangan, berniat berpamitan kepada Kades AS.

​”Jadi berdasarkan pengakuan korban hendak pamit kepada Kades dan ingin merangkul, namun justru ada insiden dugaan penganiayaan,” jelas Agus.

​Diduga, respons dari Kades AS berujung pada kekerasan fisik. “Jadi dengan reflek Kades menangkis dan menyikut sehingga mengenai bibir korban dan berdarah,” papar Agus.

​Laporan Polisi dan Tindak Lanjut
​Sebelumnya, KH Susanto telah melaporkan kasus dugaan penganiayaan yang menimpanya ke Polres Madiun. Terduga pelaku yang dilaporkan adalah Kades Kebonagung, AS.

​”Betul kami menerima laporan terkait kasus dugaan penganiayaan dengan korban Ketua PCNU Magetan. Sebagai terlapor seorang Kades,” ujar AKP Agus Andi Anto Prabowo.

​Hingga saat ini, Satreskrim Polres Madiun masih melakukan upaya penyelidikan intensif terhadap kasus tersebut. “Kita masih penyelidikan,” tegasnya.

Image Slide 1