Solusilndonesia.com — Banjir dan longsor yang melanda 19 kabupaten/kota di Sumatera Utara terus menelan korban. Data terbaru per Jumat (19/12/2025) pukul 08.00 WIB menunjukkan jumlah korban meninggal dunia naik menjadi 369 orang. Selain itu, 926 orang mengalami luka-luka, sementara 71 warga masih dilaporkan hilang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut mencatat sekitar 1,7 juta jiwa terdampak bencana, dengan 4.477 keluarga atau 19.608 orang yang masih tinggal di lokasi pengungsian.
Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah terdampak terparah, dengan 131 korban meninggal, 40 hilang, dan 25 luka-luka. Di Tapanuli Selatan tercatat 88 meninggal, 30 hilang, dan 835 luka-luka, sedangkan Kota Sibolga melaporkan 54 meninggal, satu hilang, dan 61 luka-luka. Kabupaten Tapanuli Utara juga terdampak, dengan 36 meninggal, dua hilang, dan tiga luka-luka.
Banjir dan longsor tidak hanya terjadi di empat daerah tersebut, tetapi juga melanda 15 kabupaten/kota lainnya, termasuk Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Mandailing Natal, Langkat, Deli Serdang, Nias, Serdang Bedagai, Asahan, Batubara, Nias Utara, Nias Selatan, serta Kota Padangsidimpuan, Medan, Binjai, dan Tebing Tinggi.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengakui proses pencarian korban masih terhambat oleh keterbatasan akses alat berat ke daerah terisolasi.
“Ada daerah terisolir yang alat berat belum masuk, tapi personel sudah berada di lokasi. Pencarian tetap berjalan,” ujarnya.
Situasi ini menekankan pentingnya dukungan dan sumber daya tambahan untuk mempercepat penanganan bencana.








