Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Trump Singgung Nobel Perdamaian dalam Pesan ke PM Norwegia

×

Trump Singgung Nobel Perdamaian dalam Pesan ke PM Norwegia

Sebarkan artikel ini
Presiden Amerika Serikat, Donald trump / foto: instagram

Solusiindonesia.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan peringatan keras kepada dunia bahwa dirinya tidak lagi merasa berkewajiban untuk berpikir “semata-mata soal perdamaian” setelah gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian yang diharapkannya pada tahun lalu.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah pesan yang dikirimkan kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store dan dipublikasikan pada Senin (19/1/2025).

Di tengah meningkatnya kekhawatiran Eropa atas keinginan Trump mengambil alih Greenland dari Denmark. Dalam pesan tersebut, Trump menyinggung kegagalannya memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian penghargaan yang diberikan oleh Komite Nobel yang berbasis di Norwegia.

Ia menyatakan bahwa meskipun perdamaian tetap menjadi hal yang “utama”, dirinya kini merasa lebih bebas untuk memikirkan apa yang menurutnya baik dan tepat bagi Amerika Serikat.

“Saya tidak lagi merasa berkewajiban untuk berpikir murni soal perdamaian,” tulis Trump dalam pesan tersebut.

Trump juga mempertanyakan kedaulatan Denmark atas Greenland. Ia menilai tidak ada dasar hukum tertulis yang kuat mengenai kepemilikan wilayah tersebut.

“Mengapa mereka punya ‘hak kepemilikan’ atas wilayah itu? Tidak ada dokumen tertulis. Hanya karena sebuah kapal mendarat di sana ratusan tahun lalu padahal kapal kami juga pernah mendarat di sana,” tulis Trump.

Pesan itu dikirim hanya beberapa hari setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif besar terhadap negara-negara Eropa yang menentang rencananya mengakuisisi Greenland. Ancaman tersebut memicu kekhawatiran di Eropa dan berdampak pada anjloknya pasar saham.

Para pemimpin Jerman dan Prancis secara terbuka mengecam ancaman tarif Trump, menyebutnya sebagai bentuk “pemerasan” terhadap sekutu. Denmark sendiri mengusulkan agar NATO memulai operasi pengawasan di Greenland guna merespons meningkatnya kekhawatiran keamanan.

Prancis menyatakan Uni Eropa tengah menyiapkan langkah balasan di sektor perdagangan. Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan bahwa penerapan tarif balasan oleh Eropa “akan sangat tidak bijaksana”.

Uni Eropa kemudian mengumumkan akan menggelar pertemuan darurat pada Kamis untuk membahas respons bersama. Meski menegaskan prioritas pada dialog dan deeskalasi, UE menyatakan tetap siap mengambil langkah jika diperlukan.

Dari Greenland, Perdana Menteri Jens-Frederik Nielsen menegaskan bahwa ancaman tarif tidak akan mengubah sikap wilayah otonom tersebut.

“Kami tidak akan ditekan,” ujar Nielsen dalam unggahan di Facebook. Ia menekankan bahwa Greenland merupakan masyarakat demokratis yang memiliki hak menentukan masa depannya sendiri.

Trump sendiri berulang kali menyatakan bahwa Amerika Serikat membutuhkan Greenland yang kaya sumber daya mineral demi kepentingan keamanan nasional.

“Denmark tidak dapat melindungi wilayah itu dari Rusia atau China,” tulis Trump kepada PM Store, meski Amerika Serikat telah memiliki pangkalan militer di Greenland serta perjanjian keamanan dengan Denmark sebagai sesama anggota NATO.

Menanggapi pesan Trump, PM Norwegia Jonas Gahr Store menjelaskan bahwa pernyataan Presiden AS itu muncul sebagai respons atas pesan darinya dan Presiden Finlandia Alexander Stubb, yang menyampaikan penolakan terhadap ancaman tarif Trump.

Namun Store menegaskan, pesannya kepada Trump sama sekali tidak berkaitan dengan kegagalan Trump meraih Hadiah Nobel Perdamaian.

“Saya telah menjelaskan dengan jelas, termasuk kepada Presiden Trump, bahwa hadiah tersebut diberikan oleh Komite Nobel yang independen, bukan oleh pemerintah Norwegia,” kata Store dalam pernyataan resminya.

Image Slide 1