Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Operasi Janji Sejati 4: Iran Gempur Tel Aviv dengan Rudal Presisi, Klaim AS Terpatahkan

×

Operasi Janji Sejati 4: Iran Gempur Tel Aviv dengan Rudal Presisi, Klaim AS Terpatahkan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Bendera Iran. Foto: Freefik

Solusiindonesia.com — Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada Rabu (01/04/2026). Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan Operasi Janji Sejati 4 gelombang ke-89, yang disebut-sebut sebagai serangan udara terbesar ke wilayah Israel sejak awal agresi.

Serangan masif ini sekaligus membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya mengeklaim bahwa kekuatan militer Teheran telah dilumpuhkan.

Sabuk Api di Jantung Israel
Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa serangan kali ini menciptakan apa yang disebut sebagai “sabuk api”. Ledakan hebat dilaporkan terjadi di titik-titik strategis sekitar Tel Aviv, meliputi Ramat Gan, Holon, Palmachim dan Bnei Brak.

Juru bicara IRGC menyatakan bahwa operasi ini didedikasikan untuk menghormati Laksamana Alireza Tangsiri. Dalam serangan ini, Iran mengerahkan kombinasi alutsista canggih, termasuk rudal berat dan presisi jenis Qiam, Emad, serta rudal berhulu ledak ganda Qadr.

Dampak Kerusakan dan Situasi di Tel Aviv
Media lokal Israel melaporkan tingkat kerusakan yang signifikan. Di Petah Tikva, sebuah bangunan dilaporkan runtuh total, sementara sejumlah kendaraan hangus terbakar akibat hantaman langsung.
Kerusakan parah juga terkonfirmasi di wilayah Rosh Haayin.

Kepanikan meluas di kalangan warga, terutama karena serangan terjadi menjelang persiapan hari raya Paskah Yahudi. Jutaan orang terpaksa bergegas menuju bunker perlindungan, memicu kemacetan total di jalan-jalan protokol. Bahkan, siaran langsung televisi berita i24 sempat terhenti total ketika sirene peringatan udara meraung di seluruh penjuru kota, memaksa jurnalis mencari perlindungan.

Koalisi Regional dan Ancaman Eskalasi
Serangan ini tidak berdiri sendiri. Intensitas peluncuran rudal dilaporkan meningkat secara bersamaan dari tiga poros utama yaitu Iran (IRGC), Hizbullah (Lebanon) dan Houthi (Yaman).

Pihak IRGC menegaskan bahwa sebagian besar kemampuan militer mereka sebenarnya masih belum dikerahkan. Mereka mengancam akan mengaktifkan kekuatan tambahan secara bertahap dalam beberapa hari ke depan jika situasi terus memanas.