Solusiindonesia.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai mematangkan langkah strategis untuk menciptakan kawasan wisata heritage yang terintegrasi sepenuhnya. Fokus utama saat ini tertuju pada penguatan fondasi Jembatan Brawijaya di kawasan Splendid, yang diproyeksikan menjadi urat nadi penghubung antara pusat kota dengan destinasi populer, Kampung Kayutangan Heritage.
Langkah ini bukan sekadar perbaikan infrastruktur, melainkan bagian dari visi besar Wali Kota Malang dalam membangun koridor wisata sejarah yang menyambungkan titik-titik ikonik kota.
Konektivitas Wisata Sejarah Malang Tengah
Penataan Jembatan Brawijaya dirancang untuk menyatukan simpul-simpul bersejarah di jantung Kota Malang. Rencana integrasi ini mencakup:
- Kampung Kayutangan Heritage
- Alun-Alun Merdeka & Alun-Alun Tugu
- Balai Kota Malang
- Stasiun Kota Baru
- Kawasan Pasar Burung Splendid
Dengan menghubungkan titik-titik tersebut, Pemkot Malang ingin menghadirkan pengalaman berwisata yang lebih nyaman dan estetik bagi pengunjung yang ingin mengeksplorasi nilai historis era kolonial Belanda.
Fokus Penguatan Fondasi dan Keamanan Konstruksi
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengungkapkan bahwa agenda terdekat adalah melakukan penguatan fondasi jembatan. Hal ini mendesak dilakukan untuk memitigasi penggerusan (erosi) di bawah struktur jembatan.
“Secara umum kondisi konstruksi masih relatif aman, apalagi selama ini hanya dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Namun, penguatan fondasi tetap dilakukan secara bertahap,” ujar Dandung pada Rabu dikutip dari laman resmi Pemkot Malang (21/1/2026).
Anggaran dan Rencana Revitalisasi Menyeluruh
Untuk merealisasikan proyek ini, Pemkot Malang telah menyiapkan alokasi dana melalui APBD 2026 dengan estimasi nilai sebesar Rp300 juta hingga Rp500 juta.
Dandung menegaskan bahwa revitalisasi ini tidak akan dilakukan secara sepihak atau parsial. Selain jembatan, penataan juga menyasar kawasan Pasar Burung Splendid (dahulu dikenal sebagai Pasar Senggol) agar lebih tertata dan ramah bagi wisatawan sebagai ruang publik.
Target: Ikon Baru Wisata Kota Malang
Transformasi Jembatan Brawijaya diharapkan mampu memberikan dampak ganda:
- Estetika Kota: Menjadikan jembatan peninggalan Belanda tersebut sebagai spot foto ikonik.
- Ekonomi Pariwisata: Meningkatkan volume kunjungan wisatawan ke Kota Malang melalui kemudahan aksesibilitas antar-destinasi.
Dengan penataan yang terencana, Jembatan Brawijaya diprediksi akan menjadi salah satu magnet utama yang memperkuat identitas Malang sebagai kota wisata sejarah di Jawa Timur.







