Solusiindonesia.com — Kota Malang bersiap menyambut gelaran akbar Mujahadah Kubro dalam rangka memperingati Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU). Mengingat estimasi massa mencapai 100.000 peserta, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang resmi merilis skema rekayasa lalu lintas dan penutupan 12 titik jalan strategis di sekitar Stadion Gajayana.
Penutupan jalan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 7 Februari pukul 12.00 WIB hingga 8 Februari pukul 20.00 WIB. Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran arus jamaah serta meminimalisir kepadatan kendaraan di jantung kota.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menegaskan bahwa akses jalan yang ditutup hanya diperuntukkan bagi warga setempat dan kendaraan logistik acara.
“Penutupan total dilakukan karena volume massa yang besar. Selain itu, ada lebih dari 1.000 bus peserta dari berbagai daerah yang akan masuk ke Kota Malang. Kami perlu memastikan ruang gerak yang aman bagi jamaah,” ujar Widjaja setelah Rapat Forum Lalu Lintas, Kamis (29/1).
Bagi masyarakat yang berencana melintasi area pusat kota, berikut adalah daftar ruas jalan yang akan ditutup atau dialihkan:
- Jalan Besar Ijen
- Jalan Semeru
- Jalan Pahlawan Trip
- Jalan Wilis
- Jalan Retawu
- Jalan Lawu
- Jalan Welirang
- Jalan Merapi
- Jalan Taman Slamet
- Jalan Sumbing
- Jalan Guntur
- Jalan Buring
Pihak Dishub bersama jajaran Kepolisian telah menyiapkan rute alternatif bagi pengendara umum. Mengingat durasi penutupan yang cukup lama, warga diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal atau menghindari kawasan Stadion Gajayana jika tidak memiliki keperluan mendesak.
Pengerahan personel gabungan akan disiagakan di titik-titik krusial untuk mengarahkan bus-bus besar menuju kantong parkir yang telah disediakan, sekaligus menjaga agar urat nadi transportasi di Kota Malang tetap berdenyut meski ada lonjakan volume kendaraan.
Bagi warga lokal di jalan terdampak, tetap diperbolehkan melintas dengan menunjukkan identitas atau akses penghuni kepada petugas di lapangan.







